7 Orang Terkaya Di Indonesia. Foto: Istimewa
7 Orang Terkaya Di Indonesia. Foto: Istimewa

7 Orang Terkaya Indonesia Versi Forbes, Ini Daftar Terbarunya

Annisa ayu artanti • 10 September 2026 12:09
Ringkasnya gini..
  • Low Tuck Kwong menjadi orang terkaya Indonesia versi Forbes pada 9 September 2026 dengan kekayaan US$18,8 miliar.
  • Prajogo Pangestu harus puas di posisi kedua setelah sebelumnya sempat kembali menjadi orang terkaya Indonesia pada Agustus 2026.
  • Tujuh taipan Indonesia dalam daftar terbaru Forbes memiliki kekayaan gabungan sekitar Rp1.288 triliun.
Jakarta: Persaingan di jajaran orang terkaya Indonesia kembali berubah. Pergerakan harga saham dan nilai perusahaan membuat kekayaan para taipan terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Kondisi tersebut turut memengaruhi posisi mereka dalam daftar miliarder. Sejumlah nama masih bertahan di papan atas, sementara posisi lainnya mengalami pergeseran.

Berdasarkan data Forbes Real-Time Billionaires yang dilansir pada Kamis, 10 September 2026, berikut tujuh orang dengan kekayaan terbesar di Indonesia.
 

1. Low Tuck Kwong

Low Tuck Kwong menjadi orang terkaya Indonesia dengan kekayaan USD18,8 miliar atau sekitar Rp329,13 triliun. Forbes menyebutnya sebagai raja batu bara karena sebagian besar kekayaannya berasal dari bisnis batu bara melalui Bayan Resources, perusahaan yang didirikannya pada 2004.

Selain Bayan Resources, Low juga mengendalikan perusahaan energi terbarukan asal Singapura, Metis Energy, serta memiliki kepentingan di Samindo Resources. Ia juga terlibat dalam SEAX Global yang membangun sistem kabel bawah laut untuk menghubungkan Singapura, Indonesia, dan Malaysia.

2. Prajogo Pangestu

Prajogo Pangestu berada di posisi kedua dengan kekayaan USD17,2 miliar atau sekitar Rp301,12 triliun. Ia memulai bisnis dari sektor kayu pada akhir 1970-an sebelum mengembangkan kerajaan bisnisnya ke petrokimia dan energi.

Forbes mencatat Barito Pacific milik Prajogo mengakuisisi 70 persen Chandra Asri pada 2007, yang kemudian berkembang menjadi salah satu produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia. Ia juga memiliki eksposur di batu bara dan energi terbarukan melalui Petrindo Jaya Kreasi dan Barito Renewables Energy.

3. Robert Budi Hartono

Robert Budi Hartono menempati posisi ketiga dengan kekayaan USD16,8 miliar atau sekitar Rp294,12 triliun. Bersama mendiang saudaranya, Michael Hartono, sebagian besar kekayaan keluarga Hartono berasal dari kepemilikan di Bank Central Asia atau BCA.

Keluarga Hartono juga membangun kekayaan awal melalui bisnis rokok Djarum dan kini memiliki bisnis yang lebih beragam. Salah satunya Global Digital Niaga yang menaungi Blibli, sementara Polytron juga mulai masuk ke bisnis kendaraan listrik di Indonesia pada 2025.

4. Anthoni Salim

Anthoni Salim berada di peringkat keempat dengan kekayaan USD11,3 miliar atau sekitar Rp197,83 triliun. Ia merupakan pimpinan Salim Group yang mempunyai bisnis di berbagai sektor, mulai dari makanan dan ritel hingga perbankan, telekomunikasi, serta energi.

Salim juga menjabat sebagai CEO Indofood, salah satu produsen mi instan terbesar di dunia. Selain itu, ia memiliki kepentingan di sejumlah perusahaan energi dan pertambangan Indonesia, termasuk Bumi Resources, Medco Energi, dan Amman Mineral.

5. Tahir dan keluarga

Tahir dan keluarga menempati posisi kelima dengan kekayaan USD9,5 miliar atau sekitar Rp166,32 triliun. Sumber utama kekayaan tersebut berasal dari bisnis Mayapada Group yang berkembang di sektor perbankan, kesehatan, media, dan properti.

Perjalanan bisnis Tahir juga tidak selalu mulus. Forbes mencatat ia pernah menjalankan bisnis dealer mobil pada akhir 1980-an sebelum beralih ke bisnis garmen setelah usaha tersebut mengalami kegagalan.

6. Sri Prakash Lohia

Sri Prakash Lohia berada di posisi keenam dengan kekayaan USD8,7 miliar atau sekitar Rp152,31 triliun. Kekayaan Lohia terutama berasal dari bisnis pupuk dan polimer melalui Indorama Corp yang didirikannya bersama sang ayah pada 1970-an.

Indorama kemudian berkembang dari produsen benang pintal menjadi perusahaan bahan baku industri yang memproduksi pupuk, poliolefin, bahan baku tekstil, hingga sarung tangan medis. Lohia kini menjabat sebagai chairman perusahaan tersebut, sementara putranya, Amit, menjadi vice chairman.

7. Otto Toto Sugiri

Otto Toto Sugiri melengkapi tujuh besar dengan kekayaan USD8,4 miliar atau sekitar Rp147,06 triliun. Kekayaan pengusaha ini terutama berasal dari bisnis pusat data melalui PT DCI Indonesia Tbk yang didirikannya pada 2011.

Sebelum membangun DCI Indonesia, Otto mendirikan Sigma Cipta Caraka pada 1989 yang kemudian diakuisisi Telkom Indonesia dan dikenal sebagai Telkomsigma. Ia juga ikut mendirikan Indonet, salah satu penyedia layanan internet awal di Indonesia, sebelum akhirnya membangun bisnis pusat data yang ikut terdorong oleh meningkatnya kebutuhan komputasi dan kecerdasan buatan. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan