Ilustrasi. Foto: MI
Ilustrasi. Foto: MI

Tenang! Pemerintah Pastikan Bunga KUR Tetap 6 Persen, Meski BI Rate Naik

Annisa ayu artanti • 30 Juni 2026 11:00
Ringkasnya gini..
  • Pemerintah memastikan bunga KUR tetap 6 persen meski BI Rate mengalami perubahan.
  • Plafon KUR khusus sektor perumahan ditingkatkan menjadi Rp50 triliun.
  • Penyaluran KUR telah mencapai Rp143,2 triliun atau 49,3 persen dari target tahun 2026.
Jakarta: Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tak perlu khawatir dengan perubahan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate). 
 
Pemerintah memastikan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) tetap dipertahankan sebesar 6 persen per tahun, sehingga akses pembiayaan bagi UMKM tetap terjangkau.
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bunga KUR tidak mengikuti perubahan BI Rate karena merupakan program pembiayaan bersubsidi yang didukung langsung oleh pemerintah.

"Kenaikan BI Rate itu tidak mengubah (bunga) Kredit Usaha Rakyat yang diberikan pemerintah sebesar 6 persen. Jadi 6 persen itu adalah bunga subsidi yang diberikan oleh pemerintah kepada UMKM," ujar dia di Gedung Smesco, Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 30 Juni 2026.
 
Baca juga: Punya Pinjol di Bawah Rp1 Juta? BRI Pastikan Tetap Bisa Ajukan KUR

Mengapa bunga KUR tetap 6 Persen?

Ia menegaskan pemerintah tetap memberikan subsidi bunga KUR untuk menjaga akses pembiayaan yang terjangkau bagi pelaku UMKM.
 
Tak hanya itu, Airlangga menyebut pemerintah juga meningkatkan plafon penyaluran KUR khusus untuk sektor perumahan.
 
"Dan pemerintah malah menambah Kredit Usaha Rakyat khusus misalnya untuk perumahan itu angkanya dinaikkan menjadi Rp50 triliun. Bunganya itu tetap dengan bunga dari subsidi KUR," ujar dia.
 
KUR merupakan program pembiayaan bersubsidi pemerintah yang ditujukan untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku UMKM dan sektor produktif.

Penyaluran KUR sudah capai Rp143,2 Triliun

Kementerian UMKM mencatat secara nasional, hingga 25 Juni 2026 realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp143,2 triliun atau 49,3 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp290 triliun.
 
Pembiayaan tersebut telah menjangkau sekitar 2,2 juta debitur UMKM, terdiri atas sekitar 1,1 juta debitur baru dan 511 ribu debitur yang telah naik kelas (graduasi).
 
Sementara itu, porsi penyaluran KUR ke sektor produksi secara nasional telah mencapai 64,1 persen. 
 
Pemerintah menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp290 triliun pada 2026, yang ditujukan bagi 1,3 juta debitur baru serta 1,1 juta debitur graduasi, dengan sedikitnya 65 persen pembiayaan disalurkan ke sektor produksi.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan