Segmen otomotif dari ERAL Xpeng mulai berkontribusi dengan penjualan sebesar Rp826,97 miliar pada 2025.
Segmen otomotif dari ERAL Xpeng mulai berkontribusi dengan penjualan sebesar Rp826,97 miliar pada 2025.

Kinerja Tertekan, Laba Bersih ERAL Turun di 2025 Meski Penjualan Tumbuh

Arif Wicaksono • 30 Maret 2026 19:07
Ringkasnya gini..
  • Berdasarkan laporan keuangan terbaru, penjualan ERAL mencapai Rp6,49 triliun pada 2025, meningkat 20,27% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp4,84 triliun.
  • Namun, di sisi lain, beban pokok penjualan juga naik menjadi Rp5,40 triliun, meningkat 6,21% secara tahunan.
Jakarta:  PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL)  mencatatkan pertumbuhan penjualan sepanjang 2025, namun tekanan biaya membuat laba bersih perseroan mengalami penurunan.
 
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, penjualan ERAL mencapai Rp6,49 triliun pada 2025, meningkat 20,27% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp4,84 triliun. Kenaikan ini mencerminkan permintaan yang tetap solid di tengah dinamika industri ritel perangkat elektronik.
 

Secara segmentasi, lini bisnis aksesoris, IoT, dan lainnya masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai penjualan Rp3,68 triliun. Meski demikian, angka ini mengalami penurunan dibandingkan 2024 yang mencapai Rp4,11 triliun.
 
Sebaliknya, segmen fashion mencatatkan lonjakan kinerja paling agresif. Penjualan dari lini ini melonjak tajam menjadi Rp1,21 triliun dari sebelumnya Rp224,29 miliar pada 2024, mencerminkan ekspansi signifikan di bisnis gaya hidup.

Segmen telepon seluler dan tablet juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat, dengan penjualan naik menjadi Rp573,44 miliar dari Rp348,76 miliar pada tahun sebelumnya.
 
Sementara itu, penjualan dari komputer dan peralatan elektronik lainnya turut meningkat menjadi Rp205,66 miliar, dibandingkan Rp155,15 miliar pada 2024.
 
Di sisi lain, segmen otomotif mulai berkontribusi dengan penjualan sebesar Rp826,97 miliar pada 2025.
 
Secara keseluruhan, kinerja penjualan ERAL menunjukkan diversifikasi sumber pendapatan yang semakin kuat, dengan pertumbuhan yang tidak hanya bergantung pada produk utama seperti ponsel, tetapi juga didorong oleh ekspansi ke segmen baru seperti fashion dan IoT.

Laba Bersih Menurun 

Namun, di sisi lain, beban pokok penjualan juga naik menjadi Rp5,40 triliun, meningkat 6,21% secara tahunan. Alhasil, laba bruto perseroan tercatat Rp1,08 triliun, tumbuh signifikan dari Rp657,25 miliar pada 2024.
 
Meski laba kotor meningkat, tekanan mulai terlihat pada level operasional. Beban penjualan dan distribusi naik 22,27% menjadi Rp358,27 miliar, sementara beban umum dan administrasi meningkat 23,27% menjadi Rp324,19 miliar. Beban operasional lainnya juga melonjak, sehingga menekan profitabilitas.
 
Di sisi lain, pendapatan operasional lainnya tercatat sebesar Rp42,33 miliar, naik 24,27% dibandingkan tahun sebelumnya.Dengan kondisi tersebut, laba usaha ERAL hanya tumbuh tipis menjadi Rp241,70 miliar dari Rp230,25 miliar pada 2024.
 
Dari sisi non-operasional, beban keuangan meningkat cukup signifikan menjadi Rp22,81 miliar, naik sekitar 25% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, penghasilan keuangan justru menurun menjadi Rp14,93 miliar.
 
Selain itu, perseroan juga mencatatkan bagian rugi dari entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar Rp3,12 miliar, berbanding terbalik dengan laba Rp16,62 miliar pada tahun sebelumnya.
Akibat kombinasi faktor tersebut, laba sebelum pajak tercatat turun menjadi Rp230,69 miliar dari Rp256,86 miliar pada 2024.
 
Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar Rp61,39 miliar, laba tahun berjalan ERAL tercatat  Rp169,30 miliar, turun dibandingkan Rp201,34 miliar pada tahun sebelumnya.
 
Secara keseluruhan, kinerja ERAL pada 2025 menunjukkan pertumbuhan top line yang kuat, namun diiringi tekanan biaya operasional dan keuangan yang berdampak pada penurunan laba bersih. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan