Gedung BNI. FOTO: MI/M IRFAN
Gedung BNI. FOTO: MI/M IRFAN

BNI Optimistis Pertumbuhan Kredit Tumbuh 7% di Kuartal I-2022

Annisa ayu artanti • 14 April 2022 11:14
Jakarta: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI optimistis pertumbuhan kredit mampu tumbuh berkisar 6-7 persen secara tahunan atau year on year (yoy) pada kuartal I-2022. Pertumbuhan tersebut seiring dengan pengendalian kasus covid-19 dan mulai berjalannya aktivitas ekonomi dari sejumlah segmen.
 
"Secara overall pada kuartal I-2022 kami optimistis pertumbuhan kredit mengalami tren yang positif pada kisaran 6-7 persen," kata Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 14 April 2022.
 
Menurut Novita pertumbuhan kredit pada kuartal I tahun ini akan lebih tinggi dibandingkan dengan kredit akhir 2021 yang meningkat 5,4 persen (yoy). Artinya, terdapat tren perbaikan pada permintaan dan penyaluran kredit di BNI.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Peningkatan sekitar 6-7 persen tersebut didukung oleh berbagai sektor industri, di antaranya sektor manufaktur, sektor konstruksi, serta pemulihan pada sektor perdagangan dan sektor transportasi atas kelonggaran kebijakan pemerintah terkait covid-19," jelasnya.
 
Berdasarkan laporan keuangan bulanan BNI, kredit yang disalurkan per Februari 2022 sebesar Rp575,49 triliun atau meningkat 5,43 persen dibandingkan dengan kredit per Februari 2021 yang senilai Rp545,86 triliun. Dengan demikian, terjadi akselerasi pertumbuhan kredit yang lebih tinggi per Maret 2022.
 
Perbaikan juga tercermin dari restrukturisasi kredit BNI yang semakin melandai. Per Maret 2022 kredit yang diberikan stimulus tersisa Rp69,63 triliun. Nilai tersebut turun Rp2,5 triliun dari posisi akhir 2021 yang sebesar Rp72,13 triliun.
 
Corporate Secretary BNI Mucharom menambahkan BNI tidak hanya mampu mencatatkan pertumbuhan kredit positif tetapi juga peningkatan kualitas kredit yang utamanya terlihat dari baki restrukturisasi kredit yang semakin rendah.
 
"Pelaku usaha terdampak mulai semakin percaya diri prospek kinerja bisnisnya sehingga sudah dapat melakukan cicilan seperti sebelum pandemi," ungkap Mucharom.
 
Menurutnya ekspansi yang dilakukan BNI pada masa pemulihan ekonomi ini semakin berkualitas, sehingga membuat rasio kredit bermasalah (NPL) juga semakin turun. Tahun lalu, perseroan melaporkan penurunan NPL 60 basis poin (bps) menjadi 3,7 persen ketimbang posisi 2020 yang sebesar 4,3 persen. Sedangkan, NPL per Maret 2022 kembali membaik ke level 3,46 persen.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif