Ilustrasi transaksi menggunakan mata uang Rupiah - - Foto: MI/ Ramdani
Ilustrasi transaksi menggunakan mata uang Rupiah - - Foto: MI/ Ramdani

Defisit Anggaran Direspons Positif Pasar, Rupiah Stagnan

Ekonomi investor Kurs Rupiah defisit anggaran APBN 2021
Husen Miftahudin • 23 September 2021 18:20
Jakarta: Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pasar merespons positif defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang hingga Agustus 2021 mencapai Rp382,2 triliun atau setara 2,04 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
 
Kondisi tersebut membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) stagnan pada penutupan perdagangan hari ini. "Dalam perdagangan hari ini, rupiah ditutup stagnan walaupun sebelumnya sempat melemah 25 poin di level Rp14.242 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.242 per USD," ujar Ibrahim dalam siaran persnya, Kamis, 23 September 2021.
 
Menurut Ibrahim, para pelaku pasar menganggap wajar defisit anggaran karena bersamaan dengan kondisi ekonomi global yang sedang bermasalah akibat pandemi covid-19 yang sampai saat ini masih belum ada kejelasan kapan pandemi ini berakhir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun defisit anggaran terjadi akibat belanja negara lebih besar dibanding pendapatan negara. Belanja negara tercatat sebesar Rp1.560,8 triliun atau 56 persen dari target Rp2.750 triliun. Sementara penerimaan negara sebesar Rp1.177 triliun, meliputi penerimaan pajak mencapai Rp741,3 triliun atau tumbuh 9,5 persen.
 
Secara rinci, belanja negara meliputi belanja pusat yang mencapai Rp1.087,9 triliun atau naik 10,9 persen. Lalu, Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Rp472,9 triliun atau turun 15,2 persen. Untuk realisasi investasi pemerintah mencapai Rp61,8 triliun atau 33,5 persen dari pagu Rp187,1 triliun.
 
Sedangkan untuk penerimaan negara terdiri dari penerimaan pajak sebesar Rp158 triliun atau sudah 73,5 persen dari target Rp215 triliun. Penerimaan pajak mengalami pertumbuhan 30,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
 
"Dengan demikian, maka keseimbangan primer (primary balance) menjadi Rp170 triliun. Sementara pembiayaan anggaran termasuk utang yang sudah terealisasi mencapai Rp528,9 triliun atau setara 52,6 persen dari target Rp1.006,4 triliun," paparnya.
 
Dari faktor eksternal, jelasnya, pergerakan dolar AS naik mencapai level tertinggi dalam sebulan. Ini karena Federal Reserve berencana untuk memulai pengurangan aset dan menaikkan suku bunga jauh lebih cepat daripada rekan-rekan pasar negara maju.
 
Ibrahim menilai bahwa The Fed tidak mengumumkan akan memulai pengurangan aset saat menurunkan keputusan kebijakan moneternya. Namun bank sentral mengatakan moderasi dalam laju pembelian aset akan segera dibenarkan.
 
Ketua Jerome Powell menambahkan bahwa anggota dewan percaya bahwa pengurangan dapat berakhir sekitar pertengahan 2022, membuka jalan bagi kenaikan suku bunga setelah itu.
 
"Powell tidak memberikan secara spesifik tentang awal penurunan, dia mengatakan ada kesepakatan luas di akhir pengurangan aset, yang berakhir sekitar pertengahan 2022. Dalam pandangan kami, ini lebih penting daripada saat pengurangan dimulai, karena ini akan memulai ketika kenaikan berikutnya mungkin terjadi," paparnya.
 
Sementara itu, Bank of England dan Norges Bank termasuk di antara bank sentral yang memberikan keputusan kebijakan mereka, dengan yang terakhir secara luas diperkirakan akan memberikan kenaikan pertama di antara bank sentral G10.
 
Di tempat lain, China Evergrande Group untuk sementara meredakan kekhawatiran tentang kejutan pasar yang akan segera terjadi akibat krisis utangnya. Pengembang properti mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan pembayaran bunga obligasi domestik.
 
"Sementara People's Bank of China juga menyuntikkan uang tunai ke dalam sistem perbankan. Investor dengan gugup menunggu apakah perusahaan dapat memperoleh bunga USD83,5 juta pada obligasi luar negeri, yang jatuh tempo pada hari Kamis, serta kewajibannya USD300 miliar," urai Ibrahim.
 
Adapun mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD stagnan di level Rp14.242 per USD. Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah justru berada di zona hijau pada posisi Rp14.240 per USD. Rupiah menguat tipis lima poin atau setara 0,04 persen dari Rp14.245 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.256 per USD atau turun tujuh poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.249 per USD.
 
"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.230 per USD hingga Rp14.280 per USD," pungkas Ibrahim.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif