Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Rights Issue BBRI Topang Pembentukan Holding BUMN UMi

Ekonomi Emiten bri Holding BUMN Ultra Mikro Rights Issue
Annisa ayu artanti • 08 September 2021 10:20
Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menyatakan rights issue yang tengah dilaksanakan perseroan bisa menopang pembentukkan holding BUMN Ultra Mikro (UMi) .
 
Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari mengatakan, sejauh ini rencana rights issue BRI masih berjalan sesuai dengan jadwal yang diagendakan. Bahkan prosesnya tengah memasuki tahap final.
 
BRI sudah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait penerbitan saham baru itu. Perusahaan berharap rights issue ini dapat selesai di akhir September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami percaya bahwa aksi korporasi ini akan disambut positif oleh stakeholders. Mengingat sebenarnya investment thesis yang kami usung ini tidak hanya membawa economic value namun juga social value," katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Medcom.id, Rabu, 8 September 2021.
 
Viviana menjelaskan, dalam rights issue BRI menawarkan sebanyak-banyaknya 28,213 miliar Saham Baru Seri B dengan nilai nominal Rp50 per saham atau sebanyak-banyaknya 18,62 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I.
 
Harga pelaksanaan rights issue BBRI yakni Rp3.400 per lembar saham.
 
Pemerintah akan melaksanakan seluruh haknya sesuai dengan porsi kepemilikan sahamnya dalam BRI dengan cara penyetoran saham dalam bentuk non-cash (Inbreng) sesuai PP Nomor 73/2021. Kemudian, seluruh saham Seri B milik pemerintah dalam Pegadaian dan PNM akan dialihkan kepada BRI melalui mekanisme inbreng.
 
Nilai total PMHMETD I yang telah memperhitungkan inbreng serta eksekusi hak Pemegang Saham Publik adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp95,92 triliun. Dirinci dari total dana tersebut, nilai inbreng sebesar Rp54,77 triliun dan sisanya Rp41,15 triliun apabila seluruh pemegang saham publik mengeksekusi haknya sesuai porsi masing-masing.
 
Lebih lanjut, Viviana menjelaskan dana hasil dari aksi korporasi itu di antaranya akan dimanfaatkan oleh BRI untuk pembentukan holding bersama Pegadaian dan PNM.
 
Menurutnya, dengan adanya integrasi dan penguatan ekosistem UMi akan membawa sinergi baik dari sisi peningkatan pendapatan maupun efisiensi bagi BRI, Pegadaian, serta PNM.
 
Vivi juga menegaskan dengan pengalaman BRI di segmen mikro selama lebih dari 125 tahun akan mampu menyasar segmen ultra mikro yang lebih kecil. BRI optimistis bersama-sama dengan Pegadaian dan PNM, dapat memonetisasi sinergi yang telah diidentifikasi bersama tersebut.
 
"Sinergi ini tentunya wajib kami monetisasi ke depan dengan eksekusi yang baik. Sebagai informasi memang saat ini BRI, Pegadaian dan PNM bersama-sama mempersiapkan post integration plan seperti antara lain, co-location (sinergi jaringan), product offering, dan juga ultra-micro application yang akan menjadi integrated sales platform dan menjadi backbone dari implementasi sinergi,” ujarnya.
 
Dia pun mengajak investor yang sudah memiliki saham BBRI untuk melaksanakan haknya dalam aksi korporasi tersebut.
 
“Jadi bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi di dalam rights issue BRI itu harus jadi pemegang saham BRI dulu selambat-lambatnya 9 September 2021,” pungkasnya.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif