Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga - - Foto: Medcom/ Suci Sedya
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga - - Foto: Medcom/ Suci Sedya

12 BUMN akan Buyback Saham Rp8 Triliun

Ekonomi bumn saham Buyback
Suci Sedya Utami • 10 Maret 2020 13:18
Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan 12 perusahaan pelat merah akan melakukan aksi buyback saham dengan nilai total mencapai Rp8 triliun.
 
Dua belas perusahaaan BUMN tersebut yakni PT Bank Republik Indonesia atau BRI, PT Bank Mandiri, PT BTN, PT Wijaya Karya, PT Adhi Karya, PT Jasa Marga, PT Waskita Karya, PT Aneka Tambang atau Antam, PT Bukit Asam, PT Timah, dan lainnya.
 
"Tadi sudah koordinasi untuk buyback saham, ada 12 BUMN yang akan buyback nilainya Rp7 triliun sampai Rp8 triliun," kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arya mengatakan periode aksinya diserahkan pada masing-masing perusahaan. Aksi buyback ini dilakukan untuk menjaga harga saham di tengah kemerosotan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
 
"Alasannya IHSG turun, baru nilai fundamental perusahaan melebihi nilai transaksi di pasar," jelas Arya.
 
Analis Bahana Sekuritas Muhammad Wafi mengatakan upaya penguatan berupa buyback tengah dinanti pasar saat kondisi pasar saham Indonesia masih melemah akibat penyebaran virus korona. Beberapa perusahaan pun tengah mengkaji rencana tersebut.
 
Menurut Wafi, secara fundamental tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari sisi domestik karena hingga saat ini suspect virus korona di Indonesia jumlahnya masih terbatas.
 
Sementara itu, Direktur Anugerah Mega Investama, Hans Kwee menjelaskan aksi buyback saham dapat mendorong pasar untuk berbelanja saham dengan harga murah. Hal tersebut akan menjadi katalis positif di tengah sentimen virus korona yang membebani pasar.
 
Ia berharap langkah ini dapat membuat market lebih percaya pada fundamental perusahaan-perusahaan BUMN dan memperbaiki kinerja pasar keuangan dalam negeri terhadap isu terkini.
 
"Buyback itu sinyal ke pasar, meningkatkan demand sehingga harga naik. Jadi positif bagi pasar," ujar Hans saat dihubungi Medcom.id.

 

(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif