Menurut Prasetyo, pemerintah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif agar mampu meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.
"Kita terus mendorong agar iklim investasi berkembang dengan baik sehingga ekosistem ekonomi nasional menjadi semakin kompetitif dan mampu menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Prasetyo Hadi dalam keteranganya.
Ia menjelaskan, pergerakan nilai tukar tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pasar keuangan maupun kebijakan moneter. Kinerja sektor riil, khususnya aktivitas ekspor dan impor, juga memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
"Jika berbicara mengenai penguatan mata uang, tentu tidak bisa dilepaskan dari performa ekspor dan impor kita. Keduanya menjadi bagian penting dari fondasi ekonomi yang kuat," katanya.
Prasetyo menambahkan, pemerintah saat ini terus mengakselerasi program hilirisasi dan industrialisasi sebagai strategi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.
Langkah tersebut diyakini dapat memperkuat struktur ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
"Hilirisasi dan industrialisasi menjadi bagian penting untuk memperbaiki kinerja perdagangan kita," jelasnya.
Menurut dia, keberhasilan program hilirisasi dan industrialisasi tidak hanya akan memperkuat sektor ekspor, tetapi juga membuka peluang investasi yang lebih luas dan menciptakan lapangan kerja baru.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda