Ilustrasi QRIS. Foto: Istimewa
Ilustrasi QRIS. Foto: Istimewa

QRIS Bisa Jadi Celah Penipuan, Ini 4 Cara Aman Sebelum Scan Kode

Annisa ayu artanti • 05 November 2026 20:43
Ringkasnya gini..
  • Penyalahgunaan QRIS untuk transaksi judi online sempat menjadi perhatian dan mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat melakukan pembayaran digital.
  • Pastikan kode QRIS berasal dari merchant resmi dan nama penerima sesuai sebelum membayar.
  • Hindari memindai QRIS melalui kamera ponsel atau membuka tautan yang meminta data pribadi perbankan.
Jakarta: Penggunaan QRIS semakin memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi pembayaran. Cukup memindai kode QR, pembayaran bisa diselesaikan tanpa perlu membawa uang tunai. Namun, kemudahan tersebut juga memiliki risiko jika tidak digunakan dengan hati-hati.

Salah satu isu yang sempat menjadi sorotan adalah penyalahgunaan QRIS untuk transaksi judi online (judol). Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu lebih waspada saat menggunakan pembayaran digital. Terlebih, kode QRIS palsu dapat dimanfaatkan untuk mengarahkan pengguna ke tautan berbahaya hingga mencuri data pribadi.

Agar terhindar dari risiko penipuan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pembayaran. Mengutip dari laman BCA pada Kamis, 5 November 2026, berikut empat tips aman bertransaksi menggunakan QRIS:

   

1. Pastikan Kode QRIS Berasal dari Merchant Resmi


Perhatikan identitas merchant, logo, dan informasi perusahaan yang tercantum di sekitar kode QR. Pastikan juga nama merchant yang muncul setelah pemindaian sesuai dengan nama toko atau tempat kamu bertransaksi.

QRIS statis resmi biasanya ditempatkan pada tent card berbahan akrilik di meja kasir atau meja pelanggan. Jika menemukan kode QR yang terlihat seperti ditempel ulang atau dimanipulasi, jangan langsung memindainya. Konfirmasikan terlebih dahulu kepada kasir.
 

2. Gunakan Fitur Pemindai dari Aplikasi Pembayaran Resmi


Saat melakukan pembayaran, gunakan fitur pemindai QRIS yang tersedia di aplikasi pembayaran resmi, seperti mobile banking atau dompet digital (e-wallet) milik bank maupun lembaga nonbank.

Jika setelah memindai kode kamu justru diarahkan ke sebuah tautan dan diminta memasukkan nama pengguna (username), kata sandi (password), PIN, atau informasi perbankan lainnya, segera hentikan proses tersebut. Jangan mengisi data apa pun karena hal itu dapat menjadi indikasi penipuan.

   

3. Periksa Nama Merchant dan Nominal Sebelum Membayar


Setelah memindai kode QRIS, jangan langsung menekan tombol pembayaran. Periksa terlebih dahulu informasi transaksi yang muncul di layar aplikasi.

Pada QRIS statis, pengguna perlu memasukkan nominal pembayaran secara manual. Sementara itu, pada QRIS dinamis, nominal transaksi biasanya sudah tercantum karena kode dibuat oleh mesin atau sistem merchant saat transaksi berlangsung.

Pastikan nama merchant dan nominal pembayaran sudah sesuai dengan transaksi yang dilakukan. Jika nama penerima berbeda dari nama toko atau jumlah pembayaran tidak sesuai, jangan lanjutkan transaksi sebelum mendapatkan konfirmasi dari pihak merchant.
 

4. Hindari Memindai QRIS Menggunakan Kamera HP


Jangan menggunakan aplikasi kamera bawaan HP untuk melakukan pembayaran QRIS. Sebaiknya, gunakan fitur pemindai yang tersedia di aplikasi mobile banking atau dompet digital resmi.

Aplikasi kamera dapat membaca kode QR dan menampilkan tautan tertentu. Jika kode tersebut ternyata telah dimanipulasi, pengguna berisiko diarahkan ke situs yang tidak dikenal.

Karena itu, pastikan setiap pembayaran dilakukan melalui aplikasi resmi. Jangan pernah membuka tautan mencurigakan atau mengisi informasi pribadi dan data perbankan pada halaman yang tidak jelas. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan