Bank Indonesia (BI) mencatat hingga Juni 2026, QRIS telah digunakan oleh 65,77 juta pengguna dan diterima oleh 44,86 juta merchant. Dari jumlah merchant tersebut, sekitar 96,68% merupakan UMKM. Besarnya penggunaan QRIS menunjukkan digitalisasi pembayaran sudah semakin dekat dengan aktivitas bisnis sehari-hari. Bagi merchant, kemampuan mengecek apakah pembayaran benar-benar berhasil menjadi bagian penting dari operasional.
Apalagi, ketika transaksi semakin banyak, proses verifikasi secara manual bisa membuat aktivitas di kasir menjadi kurang praktis. Kondisi ini mendorong munculnya kebutuhan terhadap teknologi yang mampu mengintegrasikan pembayaran dengan sistem operasional merchant.
Pertumbuhan ekonomi digital tidak berhenti pada semakin banyaknya orang yang membayar menggunakan QRIS. Bagi pelaku usaha, digitalisasi juga berarti bagaimana transaksi dapat diterima, diverifikasi, dan dikelola dengan lebih efisien.
Kebutuhan tersebut menjadi salah satu konteks yang mendorong Paylabs memperkenalkan Soundbox on App, fitur point-of-sale (POS) yang dilengkapi notifikasi suara secara real-time untuk transaksi QRIS. Fitur tersebut diperkenalkan dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia & Indonesia Fintech Summit and Expo (FEKDI x IFSE) 2026 yang berlangsung pada 24–26 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).
Melalui Soundbox on App, fungsi POS dan notifikasi pembayaran digabungkan dalam satu aplikasi. Ketika transaksi QRIS berhasil, merchant dapat menerima konfirmasi suara secara langsung tanpa harus menggunakan soundbox fisik tambahan. Dengan model seperti ini, merchant dapat memantau pembayaran sekaligus menjalankan aktivitas operasional dari satu platform.
CEO Paylabs Bimo Adhiprabowo mengatakan pertumbuhan pembayaran digital perlu diikuti solusi yang dapat meningkatkan kepercayaan merchant ketika menerima transaksi.
“Bagi kami, inovasi bukan hanya tentang membuat pembayaran semakin mudah, tetapi juga memastikan pelaku usaha memiliki solusi yang dapat membantu mereka memverifikasi transaksi secara lebih cepat dan praktis,” ujar Bimo.
Menurutnya, Soundbox on App dikembangkan untuk mendukung ekosistem pembayaran digital yang lebih tangguh sekaligus membantu pertumbuhan dan inklusi keuangan bagi UMKM.
Dia meyakini pembayaran harus mudah digunakan, transaksi perlu dapat diverifikasi dengan cepat, dan sistem operasional bisnis semakin dituntut untuk terintegrasi. Di titik inilah perkembangan teknologi finansial menjadi bagian dari perjalanan ekonomi digital Indonesia.
Dengan semakin banyaknya UMKM yang masuk ke ekosistem pembayaran digital, kebutuhan terhadap teknologi yang praktis dan terintegrasi juga berpotensi terus berkembang.
"Peluncuran Soundbox on App di FEKDI x IFSE 2026 menjadi salah satu contoh bagaimana perusahaan fintech mencoba menjawab kebutuhan tersebut, di tengah semakin luasnya penggunaan pembayaran digital di Indonesia," tegas dia.
UMKM Jadi Bagian Penting Ekonomi Digital
Besarnya porsi UMKM dalam ekosistem QRIS menunjukkan transformasi pembayaran digital tidak hanya terjadi di perusahaan besar atau bisnis yang sudah memiliki infrastruktur teknologi lengkap.Warung, toko, restoran, hingga berbagai usaha kecil juga semakin terhubung dengan sistem pembayaran digital. Oleh karena itu, teknologi pembayaran perlu dibuat sederhana dan mudah digunakan. Bagi merchant kecil, misalnya, mengurangi kebutuhan terhadap perangkat tambahan bisa menjadi salah satu cara menyederhanakan operasional.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Firlie Ganinduto mengatakan, peningkatan penggunaan pembayaran digital perlu berjalan bersama dengan penguatan keamanan dan kepercayaan merchant.
“Semakin luas adopsi pembayaran digital, semakin penting memastikan merchant dapat memverifikasi setiap transaksi dengan cepat dan aman. Inovasi seperti Soundbox on App menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjawab kebutuhan nyata merchant sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap ekosistem pembayaran digital,” kata Firlie.
Perkembangan ekonomi digital juga membuat layanan pembayaran tidak lagi berdiri sendiri. Merchant kini membutuhkan sistem yang bisa menangani berbagai metode pembayaran sekaligus. Paylabs, misalnya, menyediakan solusi yang mencakup QRIS, transfer bank, kartu, hingga uang elektronik. Integrasi seperti ini membuat sistem pembayaran dapat menjadi bagian dari infrastruktur bisnis, bukan hanya alat untuk menerima uang dari pelanggan.