Pelemahan terjadi seiring kenaikan kurs mata uang asing terhadap rupiah, dengan dolar Amerika Serikat (AS) mencatat kenaikan terbesar.
| Baca juga: Rupiah Menguat terhadap Mata Uang Asia dan AS, Meski Indeks Dolar AS Naik |
Di pasar global, Indeks Dolar AS (DXY) tercatat naik tipis 0,02% ke level 99,162. Penguatan indeks dolar menunjukkan mata uang AS masih mempertahankan dominasinya terhadap sejumlah mata uang utama dunia.
Berdasarkan data pasar valuta asing Investing pada pukul 09.10 WIB, rupiah melemah 0,57% ke level Rp17.875,3 per dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah juga terlihat terhadap yuan China. Mata uang yuan naik 0,27% ke level Rp2.642,63. Sementara itu, mata uang Ringgit menguat 0,26% ke Rp4.508,49.
Pelemahan rupiah berlanjut terhadap dolar Singapura dengan dollar Singapura naik 0,25% menjadi Rp13.977,05. Di saat yang sama, Yen Jepang menguat 0,24% ke level Rp111,92 dan Bath Thailand naik 0,23% ke Rp548,61.
Sementara itu, harga emas dunia bergerak melemah. Emas spot (XAU/USD) turun 0,18% atau 8 poin ke level USD4.476,86 per troy ounce.
Pelaku pasar masih mencermati berbagai sentimen global, mulai dari prospek kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia hingga perkembangan ekonomi internasional yang berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang di pasar keuangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News