Ilustrasi. Foto: MI
Ilustrasi. Foto: MI

Tekanan Wall Street Bikin IHSG Dibuka Anjlok

Annisa ayu artanti • 06 Februari 2026 09:47
Ringkasnya gini..
  • IHSG dibuka melemah 188 poin pada Jumat pagi, seiring tekanan Wall Street dan sikap wait and see investor.
  • Tekanan global dan outlook kredit Indonesia membayangi pergerakan IHSG di akhir pekan.
  • IHSG diproyeksi melemah terbatas dengan support di 8.000 dan resistance di 8.210.
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka perdagangan Jumat pagi di zona merah. 
 
Melansir Antara, Jumat, 6 Februari 2026, IHSG melemah 188,20 poin atau 2,32 persen ke posisi 7.915,66, mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar sejak awal sesi.
 
Sejalan dengan pergerakan IHSG, kelompok 45 saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 juga terkoreksi. Indeks ini turun 16,33 poin atau 1,97 persen ke level 813,02.

Tekanan dari Wall Street

Pelemahan IHSG terjadi di tengah sentimen negatif dari bursa saham global. Pada perdagangan sebelumnya, indeks-indeks utama Wall Street ditutup melemah.

Dow Jones Industrial Average ditutup melemah -1,20 persen ke level 48.908,72. Indeks S&P 500 ditutup melemah -1,23 persen ke level 6.798,40, sementara Nasdaq turun -1,59 persen ke posisi 22.540,59.
 
Koreksi di pasar saham Amerika Serikat tersebut turut memengaruhi pergerakan bursa regional, termasuk Indonesia, pada pembukaan perdagangan hari ini.
 
Baca juga: IHSG Awali Perdagangan Rabu dengan Kenaikan, Proyeksi Bergerak Konsolidasi

IHSG review

Pada perdagangan terakhir, IHSG kembali tertahan dan melemah sebesar -0,53 persen menuju level 8.103 dengan net foreign sell sebesar Rp355 miliar (Regiler Market). 
 
Meskipun terdapat rilis GDP Indonesia yang meningkat sebesar 5,11 persen secara YoY, namun pasar cenderung wait and see menunggu update terkini mengenai free float dan permintaan dari MSCI sehingga pergerakan masih cenderung terbatas.

Proyeksi pergerakan IHSG

Memasuki akhir pekan, riset BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan, IHSG masih akan melemah terbatas. Level support berada di kisaran 8.000-8.050, sementara resistance berada pada rentang 8.150-8.210.
 
Sentimen negatif juga datang dari keputusan Moody’s yang menurunkan outlook kredit Indonesia dari stable menjadi negative, meski rating tetap berada di level Baa2 atau investment grade. 
 
Selain itu, pelaku pasar juga menantikan rilis data ekonomi domestik, seperti cadangan devisa negara dan property price index, yang berpotensi menjadi katalis pergerakan pasar selanjutnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan