Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat kondisi pasar modal Indonesia mulai membaik. Perbaikan ini terjadi seiring berbagai transformasi yang dilakukan regulator, mulai dari meningkatkan transparansi hingga memperkuat penegakan aturan.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan jumlah investor pasar modal Indonesia kini sudah mencapai 30 juta orang. Jumlah tersebut membuat kondisi dan tantangan pasar modal saat ini berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu.
"Sekarang dengan 30 jutanya memang PR kita jadi berbeda. Memang kalau kita melihat saat ini dengan berbagai transformasi yang kita lakukan, baik itu terkait transparansi, kemudian peningkatan likuiditas, kemudian enforcement, itu saat ini kita melihat market kita sudah mulai membaik," ujar Friderica dalam Acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia dikutip dari Metrotvnews.
| Baca juga: Proyeksi IHSG Hari Ini, Harga Brent dan Data NFP AS Jadi Sentimen Penting |
Menurut Friderica, jumlah investor pasar modal Indonesia sebelumnya masih jauh lebih sedikit. Kondisi tersebut membuat pasar lebih rentan ketika investor asing melakukan aksi jual dan menarik dananya dari Indonesia.
Namun, situasinya sekarang mulai berubah. Basis investor domestik yang semakin besar membuat struktur pasar modal Indonesia tidak lagi sama seperti sebelumnya.
OJK juga terus melakukan sejumlah pembenahan, termasuk meningkatkan transparansi, memperkuat likuiditas, dan menegakkan aturan. Langkah tersebut diharapkan dapat membuat pasar modal semakin kuat menghadapi berbagai dinamika.
"Walaupun kita melihat saat ini kalau melihat dari awal tahun, kita tidak usah berharap bisa kembali seperti sebelumnya karena banyak sekali perbaikan yang kita lakukan," lanjut Friderica.
IHSG Mulai Rebound
Salah satu sinyal positif yang dilihat OJK adalah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mulai menunjukkan pemulihan.
Friderica mengatakan IHSG saat ini sudah mulai rebound dan pergerakannya kembali sejalan dengan sejumlah indeks utama.
"Kita lihat IHSG kita sekarang sudah mulai rebound," ujar dia.
Selain IHSG, OJK juga mencermati pertumbuhan investor domestik. Jumlah investor dalam negeri yang terus bertambah dinilai dapat memperkuat fondasi pasar modal Indonesia.
"Dengan berbagai inisiatif yang kita lakukan, investor domestik kita mulai bertumbuh," lanjut dia.
Meski jumlah investor terus naik, OJK mengingatkan bahwa pertumbuhan tersebut harus dibarengi dengan edukasi yang memadai.
Investor ritel perlu memahami cara kerja pasar modal dan mengetahui bagaimana memilih instrumen investasi yang sesuai. Hal ini penting agar semakin banyak investor tidak sekadar ikut tren, tetapi juga memahami risiko dari keputusan investasinya.
"Investor ritel ini memang perlu kita dampingi supaya mereka juga teredukasi, mereka masuk ke market, tahu memilih saham-saham yang baik, dan sebagainya. Ini pekerjaan kita semua," tegas Friderica.