IHSG. Foto: MI.
IHSG. Foto: MI.

Potensi Laju IHSG Setelah Purbaya Digantikan Suahasil Nazara, Bisa Tembus 7.000?

Arif Wicaksono • 14 September 2026 19:35
Ringkasnya gini..
  • Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara menjadi perhatian pelaku pasar.
  • Pergantian ini terjadi ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak volatil dan berusaha memulihkan performanya sepanjang 2026.

Jakarta: Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara menjadi perhatian pelaku pasar. Pergantian ini terjadi ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak volatil dan berusaha memulihkan performanya sepanjang 2026.

IHSG pada perdagangan Senin, 14 September 2026, bahkan sempat anjlok sekitar 2,5% setelah kabar pergantian Menteri Keuangan mencuat. Namun, tekanan tersebut berhasil dipangkas hingga indeks akhirnya ditutup turun tipis 0,10% ke level 6.534,69.
 


Baca juga:   Pagi-Pagi IHSG Tertekan 1,23% ke 6.461, Jadi yang Terlemah di Kawasan Asia

 

Pergerakan tersebut menunjukkan pasar masih mencerna arah kebijakan ekonomi setelah Suahasil resmi menggantikan Purbaya. Investor kini menunggu apakah perubahan di kursi bendahara negara tersebut dapat menjadi katalis baru bagi pasar saham hingga akhir tahun.

Salah satu acuan yang bisa diperhatikan adalah target IHSG dari sejumlah pelaku pasar. Mirae Asset Sekuritas mempertahankan target IHSG di level 6.800 hingga akhir 2026.

Dengan posisi IHSG di 6.534,69, target tersebut menyisakan ruang penguatan sekitar 4%. Namun, Mirae Asset juga mengingatkan adanya risiko perlambatan ekonomi pada semester II 2026 yang dapat menekan kinerja emiten.

Target yang lebih tinggi datang dari J.P. Morgan Indonesia. Institusi tersebut masih memproyeksikan IHSG dapat mencapai level 7.000 pada Desember 2026.

Head of Indonesia Equity Research J.P. Morgan Indonesia Benny Kurniawan mengatakan target tersebut masih dipertahankan karena terdapat peluang perbaikan sentimen di pasar saham Indonesia. Selain itu, posisi investor domestik maupun asing dinilai relatif rendah. Kondisi tersebut dapat menjadi ruang bagi pasar untuk menguat apabila sentimen investasi mulai membaik.

"Tim J.P. Morgan masih expect target Jakarta Composite Index (JCI) atau IHSG by December itu di 7.000," kata Benny dalam paparan Media Briefing Bersama J.P. Morgan di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Jika target tersebut tercapai, IHSG masih memiliki potensi penguatan sekitar 7,1% dari posisi penutupan perdagangan Senin. Level 7.000 pun menjadi salah satu target penting yang akan dicermati investor dalam sisa perdagangan 2026. Target tersebut masih lebih konservatif dibandingkan proyeksi Purbaya ketika menjabat Menteri Keuangan. Purbaya sebelumnya optimistis IHSG dapat mencapai level 10.000 pada 2026.

Kini, target tersebut menjadi salah satu warisan optimisme Purbaya di pasar saham. Sementara itu, Suahasil menghadapi tugas untuk menjaga agar sentimen pasar tidak semakin tertekan sekaligus mempertahankan kredibilitas kebijakan fiskal.

Usai dilantik Presiden Prabowo Subianto, Suahasil langsung menegaskan defisit APBN akan tetap dijaga di bawah 3%. Ia juga menyebut Presiden memberikan arahan untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara.

Pesan tersebut menjadi perhatian pasar karena stabilitas fiskal merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kepercayaan investor terhadap aset Indonesia.

Suahasil juga perlu memastikan APBN tetap mampu menjalankan program prioritas pemerintah tanpa mengganggu kesehatan keuangan negara. Konsistensi kebijakan fiskal akan menjadi salah satu hal yang diperhatikan investor dalam beberapa bulan ke depan.

Di sisi lain, fundamental ekonomi Indonesia masih memberikan ruang optimisme. Perekonomian nasional pada semester I 2026 tercatat tumbuh 5,45% Pemerintah juga terus mendorong investasi melalui berbagai kebijakan, termasuk upaya mengatasi hambatan investasi melalui Satgas Debottlenecking.

Jika kebijakan tersebut dapat berjalan konsisten, kondisi ini berpotensi memberikan sentimen positif terhadap pasar saham. Namun, investor tetap perlu memperhatikan risiko perlambatan ekonomi pada semester II seperti yang menjadi perhatian Mirae Asset.

Dampak Terbatas 

Pengamat Ekonomi Josua Pardede sebelumnya menilai dampak awal pergantian Menteri Keuangan terhadap rupiah dan IHSG relatif terbatas. Menurutnya, pasar akan melihat seberapa konsisten kebijakan ekonomi pemerintah setelah pergantian tersebut.

"Selama kebijakan fiskal yang positif tetap dilanjutkan dan komunikasi kepada investor maupun pelaku industri terus ditingkatkan, kita berharap reshuffle ini akan menjadi penyempurnaan tim ekonomi presiden yang membawa dampak positif bagi perekonomian nasional ke depannya," ujar Josua.

Selain faktor domestik, laju IHSG juga masih akan dipengaruhi kondisi global. Pergerakan dolar AS, suku bunga global, harga komoditas, hingga aliran dana asing dapat menentukan arah pasar saham Indonesia.

Dengan demikian, target 6.800 dari Mirae Asset dan 7.000 dari J.P. Morgan menjadi level yang menarik untuk dicermati setelah pergantian Menteri Keuangan.

Posisi IHSG saat ini memang masih berada di bawah kedua target tersebut. Namun, ruang kenaikan tetap terbuka apabila sentimen investor membaik dan kebijakan ekonomi pemerintah mampu memberikan kepastian bagi pasar.

Sebaliknya, perlambatan ekonomi, tekanan rupiah, maupun memburuknya sentimen global dapat membuat IHSG kembali menghadapi tekanan dan menyulitkan indeks mengejar target akhir tahun.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan