Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.20 WIB, IHSG sempat berada di level 6.112,770. Namun, indeks kemudian berbalik menguat 60,871 poin atau sekitar 0,99 persen ke posisi 6.191,061.
IHSG bergerak cukup fluktuatif dengan level tertinggi di 6.191 dan level terendah di 6.111.
Meski sempat dibuka melemah, mayoritas saham yang diperdagangkan pada pagi ini berhasil mencatatkan kenaikan.
Tercatat sebanyak 282 saham menguat, sementara 275 saham melemah dan 178 saham lainnya bergerak stagnan.
Nilai transaksi pagi ini tercatat mencapai Rp5,609 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 8,807 miliar saham.
| Baca juga: MSCI Bongkar Portofolio, Saham RI Bakal Gonjang-Ganjing di Akhir Mei? |
Wall Street beri sentimen positif
Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya. Kinerja positif Wall Street menjadi salah satu sentimen yang menopang pergerakan pasar keuangan global.Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,049 persen ke level 50.668,97.
Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 0,58 persen ke posisi 7.563,63. Adapun Nasdaq Composite mencatat kenaikan paling tinggi sebesar 0,91 persen menjadi 26.917,47.
Sementara itu pada perdagangan kemarin IHSG ditutup melemah sebesar -1,23 persen menuju level 6.130 dengan net foreign sell sebesar Rp -1,89 triliun di pasar reguler.
"Pelemahan IHSG terjadi di tengah meningkatnya aksi profit taking dan tekanan pada sejumlah saham big caps serta saham komoditas," kata Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas, Jumat, 29 Mei 2026.
Secara teknikal, IHSG masih berpotensi bergerak dalam tren konsolidasi melemah dengan area resistance di 6.240 dan support di 6.060.
Pelaku pasar juga akan mencermati tekanan nilai tukar rupiah yang telah mendekati level Rp16.800 per USD, sehingga berisiko mendorong capital outflow lebih lanjut.
Di sisi lain, effective date rebalancing MSCI pada penutupan perdagangan hari ini diperkirakan dapat meningkatkan volatilitas pasar dalam jangka pendek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News