Emiten barang konsumsi ini membukukan laba bersih sebesar Rp9,22 triliun, naik 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
| Baca juga: Lowongan Kerja PT Indofood Sukses Makmur Dibuka, Simak Persyaratannya! |
Pertumbuhan laba tersebut terjadi seiring peningkatan penjualan neto konsolidasi yang mencapai Rp74,85 triliun atau tumbuh 3 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Dari sisi operasional, laba usaha ICBP tercatat sebesar Rp16,66 triliun, meningkat 2 persen dengan marjin laba usaha yang relatif stabil di level 22,3 persen.
Meski demikian, perseroan mencatatkan penurunan pada core profit sebesar 4 persen menjadi Rp9,98 triliun. Penurunan ini dipengaruhi oleh kenaikan beban bahan baku yang masih menjadi tantangan di industri barang konsumsi.
Direktur Utama dan CEO ICBP, Anthoni Salim, mengatakan kinerja ini mencerminkan ketangguhan perseroan dalam menjaga pertumbuhan di tengah dinamika pasar.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat relevansi produk melalui inovasi yang berorientasi pada kebutuhan konsumen serta memperluas jangkauan pasar, baik di dalam maupun luar negeri,” ujar dia.
Sebagai salah satu produsen mi instan terbesar di dunia, ICBP didukung lebih dari 60 pabrik di Indonesia dan lebih dari 20 fasilitas produksi mi instan di luar negeri, termasuk di Malaysia, Afrika, Timur Tengah, dan Eropa Tenggara.
Produk ICBP juga telah menjangkau lebih dari 100 negara. Selain mi instan seperti Indomie, perseroan mengelola berbagai lini bisnis lain, mulai dari produk dairy, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi khusus, hingga minuman dan kemasan.
Manajemen optimistis langkah ekspansi dan inovasi produk akan terus menopang kinerja perseroan ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News