Melansir Antara, Rabu, 13 Mei 2026 IHSG dibuka turun 94,96 poin atau sekitar 1,38 persen ke level 6.763,94. Sementara indeks saham unggulan LQ45 ikut terkoreksi 5,90 poin atau sekitar 0,88 persen ke posisi 663,94.
Pelemahan ini melanjutkan tren negatif perdagangan sebelumnya, ketika IHSG ditutup turun 0,68 persen ke level 6.858 dengan net foreign sell mencapai Rp799 miliar di pasar reguler.
Rupiah dan MSCI jadi sentimen utama
Tekanan terhadap pasar saham domestik datang dari sejumlah faktor eksternal dan internal. Salah satu sentimen terbesar berasal dari pelemahan nilai tukar rupiah yang kembali bergerak di atas level Rp17.500 per dolar AS.Selain itu, pelaku pasar juga tengah mengantisipasi hasil rebalancing MSCI Mei 2026 yang dinilai berpotensi memicu arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia.
| Baca juga: Saham Indonesia Banyak Kena Depak dari MSCI, Ini List Lengkapnya |
Wall Street bergerak variatif
Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup bergerak bervariasi pada perdagangan sebelumnya.Dow Jones Industrial Average masih mampu menguat 0,11 persen ke level 49.760,56. Namun, indeks S&P 500 turun 0,16 persen ke level 7.400,96 dan Nasdaq Composite melemah 0,71 persen menjadi 26.088,20.
Proyeksi IHSG hari ini
Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menyatakan secara teknikal, pergerakan IHSG diperkirakan masih bergerak terbatas dan cenderung melemah dalam jangka pendek.Level resistance terdekat berada di kisaran 6.960 hingga 7.000. Sementara area support berada pada level 6.760 hingga 6.780.
Jika tekanan jual masih berlanjut, pasar berpotensi kembali menguji area support penting tersebut. Namun, apabila sentimen global mulai mereda, peluang rebound jangka pendek masih terbuka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News