Tips Menabung Dana Darurat. Foto: Freepik
Tips Menabung Dana Darurat. Foto: Freepik

Jangan Tunggu Keadaan Darurat, Begini Cara Menyiapkan Dana Darurat yang Ideal

Annisa ayu artanti • 03 Oktober 2026 14:49
Ringkasnya gini..
  • Dana darurat menjadi bantalan keuangan ketika muncul kebutuhan mendesak atau penghasilan tiba-tiba hilang.
  • Besaran idealnya sekitar 6–12 kali pengeluaran bulanan, tergantung kondisi keluarga.
  • Dana darurat bisa dikumpulkan secara bertahap dengan rekening terpisah dan mengurangi pengeluaran yang tidak mendesak.
Jakarta: Bayangkan besok tiba-tiba kehilangan pekerjaan, di saat yang sama tagihan tetap berjalan, kebutuhan makan harus dipenuhi, kendaraan perlu diperbaiki, atau ada anggota keluarga yang membutuhkan biaya pengobatan.

Situasi seperti ini menunjukkan pentingnya dana darurat. Dana ini bukan tabungan untuk membeli barang yang diinginkan, melainkan uang yang sengaja disiapkan untuk menghadapi kondisi yang tidak terduga.

Dilansir dari laman Kementerian Keuangan pada Sabtu, 3 Oktober 2026, besaran dana darurat setiap orang tentu berbeda. Namun secara umum, dana yang disiapkan idealnya berada di kisaran 6–12 kali pengeluaran bulanan, tergantung kondisi masing-masing.

Besaran dana darurat bisa disesuaikan dengan kondisi kehidupan seseorang. Semakin besar tanggungan, semakin besar juga dana yang sebaiknya disiapkan. Bagi yang belum menikah bisa 6 kali pengeluaran bulanan, bagi yang sudah menikah 9 kali pengeluaran bulanan, dan bagi yang sudah menikah dan memiliki anak 12 kali pengeluaran bulanan

Karena itu, dana darurat sebaiknya mulai dibangun sedini mungkin. Namun, bukan berarti harus mengumpulkan uang dalam jumlah besar sekaligus dan berlebihan. Targetnya bisa dicapai secara bertahap dan idealnya ditempatkan pada instrumen yang aman dan mudah dicairkan.
   

Cara Mulai Menabung untuk Dana Darurat


Bagi yang ingin mulai menabung untuk dana darurat, berikut beberapa langkah yang bisa diikuti.

Memahami kondisi keuangan sendiri dengan mencatat seluruh penghasilan dan pengeluaran bulanan, kemudian bedakan mana kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.

Buat anggaran yang realistis supaya mengetahui berapa uang yang dapat disisihkan setiap bulan untuk membangun dana darurat sekaligus menentukan target nominal yang sesuai.

Gunakan rekening khusus dana darurat yang terpisah dari rekening untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan, atau investasi. Cara ini membantu mengurangi risiko uang terpakai untuk belanja yang sebenarnya tidak mendesak.

Mulailah dari jumlah yang sanggup disisihkan secara rutin. Ketika penghasilan meningkat atau pengeluaran berhasil ditekan, nominal tersebut bisa ditambah sampai target tercapai.

Mengevaluasi pengeluaran supaya bisa mengetahui pengeluaran yang tidak terlalu penting, terutama kebutuhan tersier dan pembelian impulsif. Uang yang berhasil dihemat dapat dialihkan untuk memperkuat dana darurat.

Dana darurat bukan tentang seberapa cepat mengumpulkan uang, tetapi seberapa siap keuangan ketika sesuatu yang tidak direncanakan benar-benar terjadi. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan