Situasi seperti ini menunjukkan pentingnya dana darurat. Dana ini bukan tabungan untuk membeli barang yang diinginkan, melainkan uang yang sengaja disiapkan untuk menghadapi kondisi yang tidak terduga.
Dilansir dari laman Kementerian Keuangan pada Sabtu, 3 Oktober 2026, besaran dana darurat setiap orang tentu berbeda. Namun secara umum, dana yang disiapkan idealnya berada di kisaran 6–12 kali pengeluaran bulanan, tergantung kondisi masing-masing.
Besaran dana darurat bisa disesuaikan dengan kondisi kehidupan seseorang. Semakin besar tanggungan, semakin besar juga dana yang sebaiknya disiapkan. Bagi yang belum menikah bisa 6 kali pengeluaran bulanan, bagi yang sudah menikah 9 kali pengeluaran bulanan, dan bagi yang sudah menikah dan memiliki anak 12 kali pengeluaran bulanan
Karena itu, dana darurat sebaiknya mulai dibangun sedini mungkin. Namun, bukan berarti harus mengumpulkan uang dalam jumlah besar sekaligus dan berlebihan. Targetnya bisa dicapai secara bertahap dan idealnya ditempatkan pada instrumen yang aman dan mudah dicairkan.
Baca Juga :
Gaji UMR Mau Punya Dana Darurat? Bisa Kok!
Cara Mulai Menabung untuk Dana Darurat
Bagi yang ingin mulai menabung untuk dana darurat, berikut beberapa langkah yang bisa diikuti.
Memahami kondisi keuangan sendiri dengan mencatat seluruh penghasilan dan pengeluaran bulanan, kemudian bedakan mana kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.
Buat anggaran yang realistis supaya mengetahui berapa uang yang dapat disisihkan setiap bulan untuk membangun dana darurat sekaligus menentukan target nominal yang sesuai.
Gunakan rekening khusus dana darurat yang terpisah dari rekening untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan, atau investasi. Cara ini membantu mengurangi risiko uang terpakai untuk belanja yang sebenarnya tidak mendesak.
Mulailah dari jumlah yang sanggup disisihkan secara rutin. Ketika penghasilan meningkat atau pengeluaran berhasil ditekan, nominal tersebut bisa ditambah sampai target tercapai.
Mengevaluasi pengeluaran supaya bisa mengetahui pengeluaran yang tidak terlalu penting, terutama kebutuhan tersier dan pembelian impulsif. Uang yang berhasil dihemat dapat dialihkan untuk memperkuat dana darurat.
Dana darurat bukan tentang seberapa cepat mengumpulkan uang, tetapi seberapa siap keuangan ketika sesuatu yang tidak direncanakan benar-benar terjadi. (Wisa Irena Br Sitepu)