GoTo. Foto: MI.
GoTo. Foto: MI.

Kolaborasi GoBiz & Bank Jago Bisa Kerek Pendapatan Lini Bisnis GoTo

Antara • 10 Agustus 2022 20:51
Jakarta: Kolaborasi GoTo Financial dengan PT Bank Jago Tbk melalui pembukaan akses layanan Bank Jago pada aplikasi GoBiz untuk para mitra usaha dinilai dapat menaikkan kontribusi layanan financial technology (fintech) dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk.
 
baca juga: Berkah Investasi di GoTo, Laba Astra Naik 106% Jadi Rp18,17 Triliun

Deputy Head of Research Sucor Sekuritas, Paulus Jimmy, mengapresiasi kolaborasi Bank Jago yang mengoptimalkan ekosistem GoTo, khususnya pada pilar bisnis GoTo Financial melalui GoBiz. Saat ini GoTo Group memiliki 21,4 persen saham di Bank Jago.
 
"Ini menjadi salah satu sinergi ekosistem GoTo dengan Bank Jago dan ke depannya jika penyaluran kredit atau modal kerja kepada mitra usaha GoBiz bisa berjalan dengan baik, tentu saja menjadi extra revenue dari sisi GoTo Financial," ungkap Paulus, dikutip dari Antara, Rabu, 10 Agustus 2022.
 
Paulus berpendapat, kolaborasi Bank Jago dengan GoTo Financial akan berkontribusi pada percepatan profitabilitas GoTo yang akan meningkat seiring luasnya daya jangkau mereka kepada masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ruang tumbuhnya masih besar. Memang kita juga masih menunggu bentuk-bentuk sinergi lain dari ekosistem GoTo dengan partner kerja sama lain seperti dengan Bank Jago ini salah satunya," terangnya.
 
Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Muhammad Farras Farhan, dalam riset baru-baru ini mengungkapkan bahwa bisnis fintech GoTo yang menjadi perekat segmen on-demand dan e-commerce akan semakin berkembang dan menyumbang pendapatan lebih banyak ke GoTo Group.
 
GoTo Financial saat ini memiliki bisnis yang terbagi dalam empat kategori: pembayaran konsumen, pembayaran pedagang, solusi pedagang, dan platform pinjaman.
 
Pembayaran konsumen dijalankan melalui GoPay (88 persen) menurut survei terbaru dari Populix. Untuk solusi merchant, GoTo Financial menggunakan brand GoBiz dan Moka yang menawarkan layanan POS (Point of Sale) yang memudahkan merchant mengakses pembayaran digital dari konsumen.
 
Sedangkan untuk platform pinjaman, GoTo Financial menawarkan layanan GoPaylater dan GoModal, yang memberikan akses ke pinjaman modal (GoModal) dan skema beli sekarang bayar nanti (GoPaylater) dengan imbalan biaya berlangganan dan pendapatan bunga.
 
Di dalam risetnya, analis CGS-CIMB menyebutkan ke depannya Bank Jago akan bermitra dengan GoTo Financial untuk memberikan produk pinjaman kepada para merchant dan konsumen GoTo. Pendapatan yang dihasilkan dari produk pinjaman ini dapat dibagi dua antara GoTo Financial dengan Bank Jago.
 
Di sisi lain, Citi Research dari Citigroup Sekuritas Indonesia (CSI) memberikan target harga (target price) yang tinggi untuk saham GoTo karena mereka percaya pada kekuatan kolaborasi ekosistem Gojek, Tokopedia, GoTo Financial, dan Bank Jago.
 
Menurut tim riset Citi, ekosistem GoTo yang terintegrasi merupakan keunikan yang dapat meningkatkan prospek pertumbuhan dan monetisasi GoTo Group di masa mendatang, khususnya ketika GoPay dan Bank Jago meningkatkan kapabilitas monetisasinya.
 
"Tingkat pengambilan yang relatif rendah (low take rates) untuk e-commerce GoTo dan GoTo Financial, dalam pandangan kami, memiliki potensi positif dan akan menghasilkan pendapatan serta profitabilitas yang lebih tinggi," tulis tim riset Citi yang disusun Ferry Wong CFA, Ryan Davis, Justian Rama, Alicia Yap CFA, dan Nelson Cheung.
 
"Kami sedikit di depan dibandingkan konsensus dalam menilai pertumbuhan GTV (Gross Transaction Value) dan perkiraan pendapatan,” sambung laporan itu.
 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif