Ilustrasi. FOTO: dok MI
Ilustrasi. FOTO: dok MI

BCA Harap Target Pertumbuhan Kredit 2 Digit Tercapai di 2022

Antara • 14 September 2022 13:43
Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA berharap target pertumbuhan kredit dua digit pada tahun ini bisa tercapai seiring dengan pemulihan ekonomi nasional yang masih terus berlanjut. Di sisi lain, pemerintah masih menggenjot pemulihan usai terhantam keras pandemi covid-19.
 
"Target tahun ini kita upgrade. Untuk pertumbuhan kredit dari enam persen ke delapan persen, sekarang dari delapan persen ke 10 persen untuk pertumbuhannya. Mudah-mudahan target ini akan kita capai," kata Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim, dalam Public Expose LIVE 2022, dilansir dari Antara, Rabu, 14 September 2022.
 
Pada paruh pertama 2022, total kredit perseroan mencapai 13,8 persen (yoy) didukung oleh kenaikan berbagai aktivitas bisnis sejalan dengan pelonggaran pembatasan mobilitas. Vera menilai upaya pemerintah untuk menggenjot pemulihan ekonomi nasional patut diapresiasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari awal tahun saat ekonomi mulai terbuka, perseroan pun menjadi optimistis yang tercermin dari pertumbuhan bisnis BCA hingga tengah tahun ini. "Karena pertumbuhan bank itu adalah proxy dari ekonomi. Sampai hari ini posisi Juni kredit tumbuh 13,8 persen," tuturnyaa.
Baca: Waskita Karya Raih 2 Proyek untuk Pembangunan IKN Nusantara

"Tahun ini kalau kita bisa tumbuh double digit 10 persen, tentu itu suatu kinerja yang luar biasa dan itu tidak lepas dari dukungan program-program pemerintah," ujar Vera.
 
Per semester I-2022, emiten berkode saham BBCA itu berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp18 triliun atau naik 24,9 persen (yoy). Dari pendanaan, Current Account Saving Account (CASA) atau dana murah dari tabungan dan giro juga naik 17,3 persen (yoy) mencapai Rp817,8 triliun per Juni 2022, yang berkontribusi hingga 81 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK).
 
Pertumbuhan CASA menjadi penopang utama pencapaian DPK perseroan yang untuk pertama kali menyentuh tonggak sejarah Rp1.000 triliun. Per Juni 2022, total DPK tumbuh 12,9 persen (yoy) menjadi Rp1.011 triliun, sehingga turut mendorong total aset BCA naik 11,9 persen (yoy) menjadi Rp1.264,5 triliun.
 
Sementara itu, terkait dampak kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 persen, Vera mengatakan, perseroan belum melakukan penyesuaian suku bunga kredit.
 
"Sejauh ini kita belum (menaikkan). Mungkin sampai dengan akhir tahun mudah-mudahan kita bisa pertahankan suku bunga kredit yang sudah ada. Kita juga berharap permintaan kredit terus bertumbuh tahun ini seiring dengan perbaikan ekonomi yang terus berlanjut," pungkas Vera.

 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif