Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso - - Foto: Antara/ Nugroho Gumay
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso - - Foto: Antara/ Nugroho Gumay

OJK: Kinerja Sektor Keuangan Alami Perlambatan di Juni 2020

Ekonomi OJK Industri Keuangan
Husen Miftahudin • 04 Agustus 2020 15:30
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan pada Juni 2020 mengalami perlambatan. Hal ini sejalan dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi domestik kuartal II-2020 akibat pembatasan aktivitas sosial.
 
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan per Juni 2020 kredit perbankan tercatat hanya tumbuh sebesar 1,49 persen (yoy). Sementara piutang perusahaan pembiayaan terkontraksi sebesar 7,3 persen (yoy).
 
"Pertumbuhan premi asuransi juga terlihat terkontraksi sebesar 10 persen, dan premi asuransi umum dan reasuransi terkontraksi sebesar 2,3 persen," ujar Wimboh dalam telekonferensi di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara sampai dengan 28 Juli 2020, penghimpunan dana di pasar modal tercatat baru mencapai Rp54,1 triliun dengan tambahan 28 emiten baru. Sedangkan dari sisi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tercatat tumbuh sebesar 7,95 persen (yoy).
 
Wimboh mengharapkan penurunan kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan pada Juni 2020 terjadi hanya sementara. Setelah perekonomian domestik menggeliat dan tumbuh, ia berharap lembaga jasa keuangan juga turut mengikuti.
 
"Harapan kita setelah ekonomi tumbuh, otomatis perusahaan asuransi tentunya akan lebih banyak lagi menangani beberapa polis-polis baru. Dengan pertumbuhan (ekonomi) yang positif tentunya juga akan lebih mempercepat realisasi emiten-emiten baru di pasar modal," ucapnya.
 
Wimboh mengakui perlambatan penyaluran kredit perbankan pada Juni 2020 dipengaruhi penurunan kredit kelompok Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) III atau bank dengan modal inti antara Rp5 triliun hingga Rp30 triliun. Adapun penyaluran kredit perbankan bank BUKU III terkontraksi sebesar 2,27 persen yoy.
 
"Sementara secara sektoral, perlambatan (penyaluran kredit) didorong oleh sektor perdagangan dan industri pengolahan sejalan dengan penurunan aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat," jelas dia.
 
Meski demikian, sebut Wimboh, perbankan akan tetap berkomitmen untuk mendorong fungsi intermediasi. Hal ini tercermin dari terus menurunnya suku bunga kredit perbankan secara konsisten.
 
Di samping itu, berbagai stimulus yang diberikan pemerintah seperti subsidi bunga, penempatan dana pemerintah di perbankan, dan juga penjaminan kredit UMKM maupun korporasi, menjadi amunisi untuk mendorong sektor riil tumbuh kembali.
 
Wimboh juga mengharapkan berbagai insentif tersebut bisa meningkatkan kembali kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Sehingga, bisa mendorong pertumbuhan di September sampai dengan akhir tahun.
 
"OJK bersama-sama dengan perbankan dan juga stakeholder lainnya memonitor secara detail bagaimana perkembangan kredit ini di lapangan. Kita selalu memantau apabila ada permasalahan-permasalahan atau kendala-kendala di lapangan, dan tentunya akan kami atasi sesegera mungkin sehingga bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi," pungkas Wimboh.
 
(Des)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif