OJK. Foto : MI.
OJK. Foto : MI.

Dukung Pemulihan Ekonomi, OJK Perkuat Daya Saing Jasa Keuangan

Ekonomi OJK jasa keuangan Pemulihan Ekonomi Nasional
Husen Miftahudin • 22 September 2021 12:05
Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyatakan akan terus berupaya untuk berinovasi dengan mengeluarkan serangkaian program dan kebijakan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional.
 
"Hal tersebut dilakukan melalui penguatan ketahanan daya saing sektor jasa keuangan, akselerasi transformasi digital di sektor jasa keuangan, dan mengembangkan ekosistem sektor jasa keuangan," ucap Wimboh dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 22 September 2021.
 
Mengutip laman instagram terverifikasi @ojkindonesia, terdapat beberapa rangkaian dukungan OJK untuk pemulihan ekonomi nasional. Pertama, penguatan ketahanan daya saing sektor jasa keuangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dukungan tersebut dilakukan dengan memperkuat permodalan dan akselerasi konsolidasi sektor jasa keuangan melalui Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia (RP2I) 2020-2025 yang berisikan arah dan acuan pengembangan jangka pendek yang ditujukan untuk mengoptimalkan peran perbankan dalam mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional.
 
Dukungan selanjutnya merger bank syariah. Indonesia saat ini telah memiliki bank syariah terbesar secara nasional yang merupakan hasil merger dari tiga Bank Umum Syariah (BUS), yaitu Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah. Bank Syariah Indonesia dibentuk untuk meningkatkan daya saing perbankan syariah.
 
Kemudian, memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan market conduct. Dukungan ini dilakukan dengan memperkuat pengawasan melalui OJK Box (Obox), meningkatkan kualitas dukungan Aplikasi Pelaporan Online OJK (Apolo), membentuk Sistem Informasi Program APU PPT (Sigap), thematic surveillance layanan pengaduan konsumen, serta melakukan pemantauan iklan produk dan layanan jasa keuangan melalui Sistem Pemantauan Iklan Jasa Keuangan.
 
Kedua, akselerasi transformasi digital di sektor jasa keuangan. Hal ini dilakukan dengan mendorong inovasi dan akselerasi transformasi digital sektor jasa keuangan. Di antaranya dengan mengembangkan Klaster Inovasi Keuangan Digital (IKD). Adapun total penyelenggara IKD hingga Agustus 2021 terdapat 16 klaster dengan 83 penyelenggara.
 
Lalu, pembentukan OJK Innovation Centre for Digital Financial Technology (OJK Infinity) dengan membangun ekosistem fintech menjadi bagian sistem keuangan nasional yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
 
Selanjutnya, Securities Crowdfunding dengan total penyelenggara berjumlah tujuh dan terdapat 25 calon penyelenggara yang sedang dalam proses pengajuan izin. Kemudian, digitalisasi Bank Wakaf Mikro (BWM), yakni transformasi digital di BWM dalam hal penyaluran pembiayaan dan pelaksanaan pembinaan.
 
Dukungan lain, yakni meningkatkan kapasitas digital SDM di sektor jasa keuangan dengan merilis Blueprint Pengembangan SDM Sektor Jasa Keuangan, yakni Cetak Biru Pengembangan Sumber Daya Manusia Sektor Jasa Keuangan 2021-2025 sebagai pedoman dan acuan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam pengembangan SDM di sektor jasa keuangan dalam jangka panjang.
 
Akselerasi pemanfaatan Supervisory Technology (Suptech) dan Regulatory Technology (Regtech) melalui kajian suptech dan regtech OJK, Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), Sistem Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT), Digitalisasi SILKM untuk Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah LKMS) atau BWM.
 
Ketiga, pengembangan ekosistem sektor jasa keuangan dengan dukungan peningkatan peran jasa keuangan dalam Sustainable Finance melalui Pembentukan Roadmap Keuangan Berkelanjutan Tahap II. Di antaranya dengan pengembangan taksonomi hijau; implementasi aspek Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST); pengembangan program riil; inovasi produk dan layanan keuangan berkelanjutan; serta kampanye nasional keuangan berkelanjutan.
 
Lalu, membangun integrasi sektor jasa keuangan untuk meningkatkan nilai tambah keuangan syariah dengan Roadmap Pengembangan Perbankan Syariah Indonesia. Roadmap ini menyelaraskan arah pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, khususnya pada industri perbankan syariah dan menjadi katalisator pengembangan perbankan syariah.
 
Roadmap pasar modal syariah. Akselerasi pengembangan pasar modal syariah dan memberikan pedoman dalam menghadapi dinamika pengembangan industri keuangan dengan adanya ekonomi dan keuangan digital.
 
Selanjutnya mendukung sektor ekonomi prioritas, UMKM, penciptaan lapangan kerja dan pembangunan daerah melalui Jaring, Asuransi Mikro, Asuransi Usaha Tani Padi, Asuransi Usaha Ternak Sapi, serta Pembiayaan Ekonomi Kreatif.
 
Kemudian, memperluas akses keuangan dan meningkatkan literasi keuangan masyarakat dengan pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (LAKU PANDAI), Satu Rekening Satu Pelajar, Aplikasi Online Titik Akses Penyedia Jasa Keuangan (LOKASIKU), serta Simpanan Pemuda dan Mahasiswa (SiMuda).
 
Lalu, memperkuat perlindungan konsumen sektor jasa keuangan melalui lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS) Sektor Jasa Keuangan dan Aplikasi Pengaduan dan Perlindungan Konsumen (APPK).

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif