Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

BRI Raup Rp96 Triliun dari Right Issue, IHSG Sesi Siang Duduk Manis di Zona Hijau

Angga Bratadharma • 29 September 2021 12:42
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi siang terlihat duduk manis di zona hijau. Indeks mendapat sentimen positif dari aksi korporasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berupa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) yang melepas 28,2 miliar saham baru dengan nilai perolehan dana sebesar Rp96 triliun.
 
IHSG Rabu, 29 September 2021, perdagangan sesi pertama berakhir di level 6.132, menguat 0,31 persen atau setara 19 poin ketimbang pada pembukaan pagi tadi di posisi 6.100. Sebanyak 230 saham terlihat menguat, sebanyak 279 saham terpantau tertekan, dan sebanyak 135 saham tidak diperdagangkan.
 
Sementara itu, IHSG pada perdagangan di sepanjang hari ini diproyeksikan bergerak di area negatif seiring minimnya katalis positif. Para investor harus ekstra hati-hati agar tidak mengalami kerugian dan mencermati ke mana arah indeks mengingat Federal Reserve juga segera merealisasikan tapering.

"Dengan tertekannya bursa global dan minimnya sentimen positif, kami memperkirakan IHSG akan bergerak cenderung negatif pada hari ini. EIDO semalam melemah 0,9 persen. Pagi ini Nikkei terpantau turun 1,9 persen dan Kospi minus 1,4 persen," sebut Samuel Research Team, dalam riset hariannya.
 
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengucapkan selamat atas right issue BRI yang telah diperdagangkan sejak 13 September 2021 dan mencatatkan sejarah baru bagi pasar modal Indonesia. Right issue ini tercatat sebagai yang terbesar di Indonesia.
 
"Right issue ini juga tertinggi di kawasan Asia Tenggara, menduduki peringkat ketiga tertinggi di Asia, dan masuk tujuh besar di seluruh dunia sejak 2009. Ini tentunya suatu pencapaian yang sangat membanggakan, terutama di tengah kondisi yang menantang akibat pandemi covid-19," ujar Inarno.
 
Lebih lanjut, Inarno mengungkapkan, hal tersebut menjadi bukti antusiasme yang tinggi dari para investor, baik asing maupun lokal. Juga menjadi bukti bahwa investor dunia masih percaya terhadap prospek ekonomi Indonesia saat ini dan di masa depan.
 
"Semoga dengan dana yang dihimpun dari right issue ini perseroan dapat lebih mengembangkan ekosistem ultra mikro untuk mengakselerasi ekonomi kerakyatan demi mencapai kesejahteraan bersama," tuturnya.
 
Dia menambahkan, kesuksesan right issue ini tentunya berkat upaya dan kerja keras BRI, terutama dalam menjaga kinerja dan fundamental perusahaan. BBRI merupakan saham dengan kinerja luar biasa dan selalu masuk dalam indeks LQ45, bahkan sejak Februari 2005 hingga saat ini.
 
"BBRI juga termasuk dalam kategori perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia, serta menjadi saham yang paling aktif ditransaksikan berdasarkan nilai," papar Inarno.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) turun tajam pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Imbal hasil obligasi Pemerintah AS mendekati level tertinggi tiga bulan dengan anggota parlemen di Washington tengah mengalami kebuntuan anggaran.
 
Indeks Nasdaq Composite turun 2,83 persen menjadi 14.546,68 dan S&P 500 turun 2,04 persen menjadi 4.352,63. Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 569,38 poin atau 1,63 persen menjadi ke level 34.299,99.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan