Ilustrasi masyarakat antre di anjungan tunai mandiri  (ATM) - - Foto: dok MI
Ilustrasi masyarakat antre di anjungan tunai mandiri (ATM) - - Foto: dok MI

Biaya Transfer Antarbank Rp2.500, BI: Kalau Mau Lebih Murah Silakan

Ekonomi bni Bank Mandiri Perbankan bca Bank Indonesia bri BTN Transfer Antarbank
Husen Miftahudin • 29 Oktober 2021 14:00
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menetapkan biaya transfer antarbank maksimal Rp2.500 per transaksi. Kebijakan tersebut menyusul diluncurkannya BI Fast sebagai pengganti Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).
 
Gubernur BI Perry Warjiyo mempersilakan bank untuk memangkas biaya transaksi lebih rendah dari ketentuan tersebut. Saat ini, biaya transfer antarbank sebesar Rp6.500 per transaksi.
 
"Dari waktu ke waktu kita akan reviu secara berkala dengan sasaran ke arah yang akan lebih murah, lebih efisien, dan harganya akan lebih turun.  Jika ada bank yang bisa menawarkan lebih murah, silakan. Kami sangat mendukung," katanya dikutip Jumat, 29 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, Bank Indonesia juga menetapkan batas maksimal nominal transaksi BI-Fast. Pada implementasi awal, batas maksimal nominal transaksi BI-Fast sebesar Rp250 juta per transaksi, dan akan dievaluasi secara berkala.
 
"Nominal transaksinya dari Rp0 sampai Rp250 juta. Kenapa Rp250 juta? Karena BI-Fast ini adalah ritel. Jadi antara Rp100 juta sampai Rp250 juta masyarakat bisa memilih apakah ingin menggunakan RTGS (Real-Time Gross Settlement) atau ingin menggunakan BI-Fast payment. Masyarakat bisa memilih mana yang lebih memenuhi kebutuhannya," tutur Perry.

Batas maksimal transaksi antarbank

Perry menerangkan penetapan batas maksimal nominal transaksi BI-Fast sebesar Rp250 juta tersebut mempertimbangkan prinsip efisiensi dan efektivitas, inovasi dan kompetisi, inklusivitas, customer oriented, review berkala, serta keamanan dan mitigasi risiko.
 
Bank Indonesia sendiri akan terus mengevaluasi secara berkala batas maksimal transaksi BI-Fast tersebut, dengan memperhatikan kelancaran sistem BI-Fast baik di penyelenggara maupun peserta, memberikan waktu shifting transaksi dari SKNBI ke BI-Fast, serta kesesuaian dengan aspek cepat, murah, mudah, aman, dan andal.
 
Skema tarif dan besaran transaksi transfer melalui BI-Fast dapat berubah sesuai dengan evaluasi yang akan dilakukan Bank Indonesia secara berkala. Sistem pembayaran terbaru ini diharapkan dapat menjadi tulang punggung sistem pembayaran ritel masa depan.
 
"Diharapkan, penetapan harga ke peserta maupun ke nasabah tersebut dapat memberikan ruang bagi keberlangsungan industri sistem pembayaran, sekaligus menyediakan infrastruktur publik yang efisien dan mendukung percepatan Ekonomi Keuangan Digital (EKD) nasional," tutup Perry.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif