Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: MI/ Rommy Pujianto
Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: MI/ Rommy Pujianto

BI Ramal November 2020 Inflasi 0,25%

Ekonomi Inflasi Bank Indonesia konsumen
Husen Miftahudin • 27 November 2020 19:36
Jakarta: Bank Indonesia (BI) memproyeksi perkembangan indeks harga konsumen (IHK) sepanjang November 2020 akan terjadi inflasi sebesar 0,25 persen (mtm). Tingkat perkembangan harga ini tercermin dari data survei pemantauan harga (SPH) yang dilaporkan 46 kantor perwakilan BI hingga pekan keempat bulan ini.

"Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi November 2020 secara tahun kalender sebesar 1,21 persen (ytd) dan secara tahunan sebesar 1,57 persen (yoy)," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam rilis perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah, Jumat, 27 November 2020.
 
Adapun penyumbang utama inflasi berasal dari komoditas daging ayam ras sebesar 0,10 persen (mtm), telur ayam ras 0,05 persen (mtm), bawang merah, cabai merah, cabai rawit, dan minyak goreng masing-masing 0,02 (mtm), persen serta tomat, bawang putih, dan jeruk masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).
 
Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi pada periode laporan berasal dari komoditas emas perhiasan sebesar sebesar 0,02 persen (mtm) dan tarif angkutan udara 0,01 persen (mtm).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terkait hal ini, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran pandemi covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
 
"Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," tegas Onny.
 
Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perkembangan harga pada Oktober 2020 mengalami inflasi sebesar 0,05 persen. Secara umum BPS melihat adanya kenaikan harga komoditas sehingga menyebabkan inflasi pada bulan lalu tersebut.
 
Inflasi utamanya terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau dengan tingkat inflasi sebesar 0,29 persen dan andil inflasi sebanyak 0,07 persen. Adapun komoditas dominan yang memberikan andil inflasi paling besar pada kelompok ini adalah cabai merah sebesar 0,09 persen, bawang merah 0,02 persen, dan minyak goreng sebesar 0,09 persen.
 
Secara tahun kalender atau year to date (ytd) sejak Januari hingga Oktober 2020, tingkat inflasi mencapai sebesar sebesar 0,95 persen. Sementara inflasi tahunan atau year on year (yoy) dari Oktober 2019 sampai Oktober 2020 adalah sebesar 1,44 persen.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif