Logo PT Indocement Tunggal Prakarsa - - Foto: dok AFP
Logo PT Indocement Tunggal Prakarsa - - Foto: dok AFP

Kuartal III-2020, Pendapatan Indocement Tunggal Turun 10,6%

Ekonomi Emiten indocement tunggal prakarsa laporan keuangan
Annisa ayu artanti • 10 November 2020 19:51
Jakarta: Pendapatan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) pendapatan hingga kuartal III-2020 turun 10,6 persen. INTP hanya membukukan sebesar Rp10,15 triliun atau lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp11,35 triliun.
 
Melaluipublic exposed Selasa, 10 November 2020, manajemen menjelaskan penurunan pendapatan seiring dengan penurunan penjualan semen yakni minus 9,7 persen dibandingkan kuartal III-2019.
 
Volume penjualan semen hingga kuartal III-2020 tercatat sebanyak 12,19 juta ton dengan rincian penjualan domestik sebanyak 12,11 juta ton dan penjualan ekspor sebanyak 86 ribu ton.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kendati demikian, pangsa pasar INTP meningkat dari 25,7 persen pada periode yang sama tahun lalu menjadi 26 persen pada periode ini.
 
Peningkatan pangsa pasar tersebut didorong oleh pangsa pasar di Jawa yang mengalami peningkatan 60 bps dari 34,2 persen menjadi 34,8 persen dan di luar Jawa meningkat 80 bps dari 14,6 persen menjadi 15,4 persen.

 
Sementara untuk beban pokok pendapatan juga tercatat mengalami penurunan 12,5 persen dari Rp7,67 triliun menjadi Rp6,71 triliun.
 
"Penurunan beban merupakan dampak dari penurunan volume penjualan dan penurunan harga batu bara, termasuk upaya penghematan yang berkelanjutan pada biaya produksi seperti peningkatan penggunaan batu bara bernilai kalori rendah (LCV) dan bahan bakar alternatif," jelas Direktur Utama Indocement Tunggal Prakarsa Christian Kartawijaya dalam public expose, Selasa, 10 November 2020.
 
Selain itu, perusahaan juga mencatat pendapatan keuangan bersih yang lebih rendah yakni minus 12,6 persen dari Rp269,2 miliar menjadi Rp235,2 miliar. Penurunan pendapatan keuangan disebabkan oleh suku bunga yang relatif lebih rendah pada 2020.
 
Sementara untuk laba bersih hingga kuartal III-2020 tercatat turun lima persen menjadi Rp1,12 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,17 triliun.
 
Lebih lanjut, Christian menambahkan dalam mempertahankan kinerja keuangan perseroan melakukan banyak upaya. Mulai dari efisiensi biaya, optimalisasi dalam digitalmarketing,hingga penggunaan batu bara berkalori rendah.
 
"Strateginya, pertama Indocement ini mencoba mengurangi biaya biaya fixed cost dalam arti efisiensi biaya. Kami juga melakukan digitalisasi. Indocement beruntung sudah melakukan digital sales ke customer," pungkasnya.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif