OVO siap perkuat layanan di timur Indonesia. FOTO: OVO
OVO siap perkuat layanan di timur Indonesia. FOTO: OVO

OVO Siap Perkuat Layanan di Timur Indonesia

Ekonomi transaksi non tunai Kementerian Perdagangan Ekonomi Digital ovo
Ilham wibowo • 02 Oktober 2020 11:37
Manado: OVO mulai mengalihkan konsentrasi pengguna transaksi uang elektronik ke wilayah timur Indonesia. Pelaku usaha di pasar tradisional akan disasar untuk bertransformasi memanfaatkan teknologi digital.
 
"Kami perusahaan teknologi tidak hanya berbisnis tapi kapabilitas kami bagi masyarakat untuk pemulihan ekonomi, kami ingin mulai masuk ke Indonesia Timur," kata Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra, dalam acara Digitalisasi Pasar Bersehati Manado yang disiarkan virtual, Jumat, 2 Oktober 2020.
 
Menurut Karaniya pertumbuhan bisnis layanan keuangan elektronik di wilayah timur Indonesia punya ruang yang cukup besar untuk dikelola. Hingga saat ini, kata dia, layanan OVO baru berada di angka 10 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami akan tingkatkan terus dan di Manado ini OVO sudah cukup besar," ujarnya.
 
Di tengah penanganan pandemi covid-19, lanjut dia, percepatan adaptasi atau transformasi digital menjadi semakin penting bagi para pelaku UMKM. Teknologi digital bisa sangat bermanfaat menjaga dan meningkatkan perputaran transaksi seperti melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) agar protokol kesehatan tetap terjaga lantaran nirsentuh.
 
"Kami terus-menerus mengedukasi, mempromosikan, dan mengajak masyarakat untuk mengadopsi pembayaran nirsentuh sebagai salah satu upaya menjaga protokol kesehatan," ungkapnya.
 
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyambut baik inisiatif yang dilakukan OVO. Sampai hari ini, pasar tradisional masih menjadi tempat favorit masyarakat dalam memenuhi kebutuhan berbelanja sehari-hari dan perlu mendapat perhatian agar mengurangi potensi penularan wabah.
 
"Saya mendukung langkah yang dilakukan OVO untuk mendigitalisasi Pasar Bersehati, yang merupakan pasar terbesar di Kota Manado ini," ujarnya.
 
Jerry mengharapkan terjadi penambahan pendapatan pedagang karena mereka bisa menjajakan dagangan secara daring tanpa batas. Sementara dari sisi pembeli tidak harus pergi ke pasar secara rutin untuk membeli kebutuhan sehari-hari karena bisa membeli lewat gawai mereka.
 
"Program digitalisasi pasar ini selain membantu meningkatkan pelaksanaan protokol kesehatan, juga akan mentransformasi dan merevitalisasi sistem interaksi masyarakat di pasar tanpa meninggalkan penunjang infrastruktur ekonomi," pungkasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif