Foto: dok MI/Ramdani.
Foto: dok MI/Ramdani.

Literasi Keuangan Syariah Masih Rendah

Ekonomi ekonomi syariah bni syariah
Angga Bratadharma • 17 Juli 2020 14:19
Jakarta: Saat ini dunia perbankan khususnya perbankan syariah dihadapkan dengan berbagai tantangan yang salah satunya adalah masih rendahnya literasi dan inklusi keuangan syariah. Perlu upaya terus menerus yang dilakukan oleh berbagai macam pihak terkait agar literasi dan inklusi tersebut meningkat yang harapannya berdampak positif bagi masyarakat.
 
Adapun indeks inklusi keuangan syariah berdasarkan data Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLK) 2019 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 9,10 persen dan indeks literasi keuangan syariah 2019 sebesar 8,93 persen.
 
"Namun demikian, perbankan syariah memiliki potensi besar, didorong oleh besarnya populasi penduduk beragama Muslim di Indonesia," kata Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo, dalam keterangan resminya, Jumat, 17 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan riset dari State of the Global Islamic Economy Report tahun 2019, industri halal masih menyimpan potensi besar yaitu sebesar USD2,2 triliun. Potensi industri halal ini terdiri dari halal food, fesyen, media, tourism, pharmacy, cosmetics,dan umrah. Dengan dukungan pemerintah dan regulator, industri perbankan syariah kedepannya diharapkan tumbuh secara eksponensial, sehingga meningkatkan perekonomian Indonesia.
 
Sementara itu, rencana merger bank syariah BUMN disebut bisa menjadi langkah yang tepat dalam rangka penguatan ekonomi syariah atau perbankan syariah di Indonesia. Kondisi pandemi covid-19 yang sedang melanda Indonesia dianggap bisa menjadi momentum bagi perbankan syariah di Indonesia melakukan konsolidasi dan bekerja bersama secara nyata.
 
Anggota Komisi XI DPR RI dari fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun mengatakan merger bank syariah BUMN akan membuat kinerja perbankan syariah menjadi lebih baik dan efisien dengan indikator peningkatan market share perbankan syariah di Indonesia. Dalam pandangannya, upaya merger semua bank syariah BUMN adalah upaya konsolidasi yang bagus dalam posisi saat ini.
 
"Pemerintah sebagai pemegang saham harus melakukan konsolidasi semua lini bisnis berdasarkan core competence sesuai lini dan bidang usaha untuk mencapai kinerja yang bagus dan efisien," kata Misbakhun.
 
Dia menambahkan pandemi covid-19 bisa momentum untuk konsolidasi bank-bank syariah BUMN. Karena dalam kondisi perekonomian yang tidak menentu seperti sekarang, mereka dapat bekerja secara maksimal dalam membantu perekonomian nasional dengan konsep bagi hasil yang diterapkan oleh perbankan syariah dianggap bisa memberikan manfaat untuk semua pihak, baik perbankan dan masyarakat.
 
"Momentum pandemi covid-19 adalah saat yang tepat untuk melakukan upaya konsolidasi itu mengingat kondisi sektor keuangan dan perbankan mengalami situasi yang berat dan harus ada upaya yang sungguh-sungguh dan nyata," pungkasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif