Ilustrasi - - Foto: dok MI/ Romi Pujianto
Ilustrasi - - Foto: dok MI/ Romi Pujianto

Imbas Korona, Dana Asing 'Pulang Kampung' Rp105 Triliun

Ekonomi bank indonesia capital outflow virus corona
Husen Miftahudin • 20 Maret 2020 19:35
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut dana asing yang keluar (capital outflow) mencapai Rp105,1 triliun (ytd) dari pasar keuangan. Keluarnya aliran modal asing tersebut imbas dari merebaknya virus korona atau covid-19 di Indonesia.
 
"Memang sebagian besar capital outflow terjadi pada bulan Maret seiring eskalasi penyebaran (virus korona) yang cepat di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa," ungkap Perry dalam telekonferensi di Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020.
 
Keluarnya modal asing tersebut berasal dari berbagai instrumen portofolio. Pada obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN), investor asing telah menjual asetnya tersebut sebanyak Rp92,8 triliun (ytd).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara dari portofolio saham, terjadi outflow sebesar Rp8,3 triliun (ytd). Sisanya berasal dari penjualan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
 
Menurut Perry beragam instrumen investasi dijual lantaran para pemilik modal asing merasa panik imbas cepatnya penyebaran virus korona. Para pemilik modal di dunia akhirnya menjual aset mereka menjadi uang tunai (cash).
 
"Itu yang terjadi saat ini, dihadapi di seluruh dunia. Ada pelepasan aset dan kemudian konversi ke dolar (cash)," jelas Perry.
 
Pada kondisi seperti ini, bank sentral membeli SBN yang dijual investor asing di pasar sekunder. Hal tersebut bertujuan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.
 
"Saya sampaikan BI sudah membeli SBN sebanyak Rp163 triliun yang dilepas asing. Fokus kami menjaga confidence, berjalannya mekanisme pasar, rupiah, dan valas," tutup Perry.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif