Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti

BUMN Karya Buyback Saham, Waskita-WIKA Siapkan Rp300 Miliar

Ekonomi bumn wijaya karya waskita karya Buyback
Annisa ayu artanti • 13 Maret 2020 07:35
Jakarta: Empat perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada hari ini dikabarkan berencana melakukan aksi korporasi berupa buyback saham. Hal itu dilakukan sesuai dengan instruksi yang dilakukan Kementerian BUMN kepada 12 perusahaan pelat merah untuk melakukan pembelian saham kembali di tengah anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
 
Keempat perusahaan tersebut adalah PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Mereka akan mulai melancarkan aksi buyback saham dengan total biaya atau pendanaan yang berbeda-beda.
 
Melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia yang dikutip Medcom.id, Jumat, 13 Maret 2020, manajemen Waskita Karya menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan dana sebesar Rp300 miliar untuk buyback saham. Aksi buyback tersebut rencananya akan dimulai pada 13 Maret 2020 hingga 12 Juni 2020. Biaya buyback saham berasal dari kas internal perseroan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lalu manajemen Wijaya Karya menyatakan perusahaan menyiapkan dana untuk aksi buyback ini sebesar Rp300 miliar. Pembiayaan aksi buyback saham akan berasal dari saldo laba yang belum ditetapkan penggunaannya yakni sebesar Rp5,25 triliun. Buyback akan mulai dilakukan pada 13 Maret 2020 hingga 12 Juni 2020.
 
Sementara manajemen PTPP mengatakan akan mengeluarkan dana sebanyak Rp250 miliar untuk melakukan aksi buyback yang dimulai pada 13 Maret 2020 hingga 12 Juni 2020. Perusahaan menggunakan kas internal dalam melakukan aksi tersebut.
 
Manajemen PTPP memastikan transaksi tersebut tidak akan berdampak pada biaya operasional perusahaan sehingga laba rugi diperkirakan masih sejalan dengan target perusahaan.
 
Sedangkan untuk Adhi Karya, manajemen menyiapkan dana sebesar Rp100 miliar untuk aksi buyback saham yang juga dilaksanakan pada 13 Maret 2020 hingga 12 Juni 2020. Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Parwanto Noegroho mengatakan pembiayaan aksi buyback saham berasal dari saldo laba perseroan.
 
Adapun saldo laba yang belum ditetapkan penggunaannya yakni sebesar Rp351,22 miliar. Perseroan yakin bahwa pelaksanaan transaksi buyback saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha meskipun perusahaan memiliki modal kerja dan cash flow yang cukup untuk melaksanakan pembiayaan transaksi kegiatan usaha lainnya.
 
Keempat perusahaan tersebut berkeyakinan aksi buyback yang dilakukannya ini dapat menjaga stabilitas harga saham di masa mendatang.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif