Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Diluncurkan Bulan Depan, Apa Itu Papan Ekonomi Baru?

Husen Miftahudin • 01 Desember 2022 09:42
Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan proses persiapan Papan Ekonomi Baru terus bergulir. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pihaknya optimis target implementasi Papan Ekonomi Baru ini dapat dilaksanakan tepat waktu, yaitu pada Desember 2022.
 
"Saat ini, BEI telah mempersiapkan implementasi Papan Ekonomi Baru, baik itu perangkat sistem maupun perangkat pengaturan di Bursa. Kami telah berkoordinasi dengan OJK dan pihak terkait guna mendukung tercapainya implementasi Papan Ekonomi Baru pada Desember 2022," ujar Nyoman dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 1 Desember 2022.
 
Nyoman mengungkapkan, dari sisi kesiapan Anggota Bursa, pihaknya juga telah melakukan beberapa pengujian sistem bersama dengan Anggota Bursa dengan hasil yang baik. Anggota Bursa pun menyatakan siap untuk mengimplementasikan Papan Ekonomi Baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pencatatan saham
 
Papan Ekonomi Baru adalah papan pencatatan yang disediakan untuk mencatatkan saham dari perusahaan yang menggunakan teknologi untuk menciptakan inovasi produk dan/atau jasa yang meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi, serta memiliki kemanfaatan sosial dan memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi.
 
Direktur Utama BEI Iman Rachman menjelaskan, papan perdagangan saham berfungsi untuk mengklasifikasikan kondisi suatu perusahaan tercatat. Saat ini terdapat tiga jenis papan perdagangan di bursa, yakni Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Akselerasi.
 
Papan Ekonomi Baru sendiri diluncurkan BEI untuk memfasilitasi perusahaan yang dinilai inovatif dan memiliki manfaat sosial yang luas. Salah satu sektor usaha yang dinilai cocok dengan kriteria ini ialah sektor teknologi.
 
"Papan Ekonomi Baru ini diciptakan untuk perusahaan yang menggunakan teknologi yang menceritakan inovasi produk dan kemanfaatan sosial yang luas," ungkapnya.
 
Selain itu, papan perdagangan baru tersebut juga disiapkan untuk memfasilitasi perusahaan dengan potensi kapitalisasi pasar besar, namun kinerja keuangan belum positif. Oleh karenanya Papan Ekonomi Baru nantinya akan setara dengan Papan Utama, yakni papan perdagangan untuk emiten berukuran besar dan memiliki rekam jejak yang positif.
 
Baca juga: BEI: Papan Ekonomi Baru Bakal Rilis Desember 2022

 
Notasi khusus
 
Nyoman menambahkan, nantinya, saham dalam Papan Ekonomi Baru dapat diidentifikasi oleh investor dengan adanya segmentasi papan pencatatan baru dan juga notasi khusus. Adapun notasi khusus yang akan dimiliki oleh perusahaan yang tercatat di Papan Ekonomi Baru adalah K atau I.
 
Notasi khusus 'K' artinya perusahaan tercatat yang menerapkan Saham Dengan Hak Suara Multipel dan tercatat di Papan Ekonomi Baru. Sementara notasi khusus 'I' artinya perusahaan tercatat yang tidak menerapkan Saham Dengan Hak Suara Multipel dan tercatat di Papan Ekonomi Baru.
 
"Pada dasarnya, pemberian notasi khusus ini bukan merupakan suatu bentuk sanksi atau ketetapan yang bersifat negatif, namun semata-mata menerangkan status suatu perusahaan tercatat berdasarkan kondisi aktualnya atas hal-hal yang informasinya bersifat publik," jelas dia.
 
"Hal ini termasuk mengenai karakteristik khusus suatu perusahaan, misalnya perusahaan di Papan Ekonomi Baru. Informasi notasi khusus ini selanjutnya dapat dilihat di website Bursa dan juga aplikasi online trading dari masing-masing Anggota Bursa," tambah Nyoman.
 
*Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id*
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif