Suasana RUPST Bank OCBC NISP. FOTO: Bank OCBC NISP
Suasana RUPST Bank OCBC NISP. FOTO: Bank OCBC NISP

OCBC NISP Rombak Susunan Komisaris

Angga Bratadharma • 05 April 2022 16:15
Jakarta: Bank OCBC NISP dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyetujui untuk merombak susunan komisaris dan menetapkan Rp504,8 miliar atau Rp22 per saham sebagai dividen tunai dengan dividen itu setara 20 persen dari laba bersih di 2021 yang mencapai sebesar Rp2,5 triliun. Sedangkan Rp100 juta digunakan untuk cadangan umum.
 
Sementara sisa laba bersih sebesar Rp2 triliun ditetapkan sebagai laba ditahan. Setidaknya dalam RUPST tersebut terdapat lima agenda rapat yang mendapat persetujuan dari pemegang saham. Di antaranya pengangkatan kembali Rama P Kusumaputra sebagai komisaris independen, Andrae Krishnawan W dan Johannes Husin sebagai direktur.
 
"Efektif sejak ditutupnya rapat sampai dengan ditutupnya rapat umum pemegang saham tahunan di 2025," kata Presiden Direktur Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, dalam paparan publik RUPST Bank OCBC NISP 2022 yang digelar secara virtual, Selasa, 5 Apri 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian pengangkatan Na Wu Beng sebagai komisaris perseroan efektif setelah mendapatkan persetujuan OJK sampai dengan ditutupnya RUPS Tahunan perseroan 2025. Lalu menyetujui pengunduran diri Hardi Juganda selaku komisaris independen terhitung sejak pengangkatan Na Wu Beng efektif sebagai komisaris.
 
"Pemberian wewenang dan kuasa kepada dewan komisaris untuk menunjuk akuntan publik dan kantor akuntan publik yang akan mengaudit laporan keuangan konsolidasian perseroan untuk tahun buku 2022," ucapnya.
 
Adapun Bank OCBC NISP mencatat peningkatan laba bersih sebesar 20 persen yoy atau mencapai Rp2,5 triliun yang didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar tujuh persen yoy serta diiringi dengan penurunan beban cadangan kerugian penurunan nilai sebesar tujuh persen yoy.
 
Di sisi lain, pendapatan operasional lainnya turun delapan persen dan beban operasional meningkat dua persen yoy. Sedangkan DPK tumbuh enam persen YoY menjadi Rp168 triliun, dengan komposisi 51 persen terdiri dari dana murah/CASA (giro dan tabungan) serta 49 persen merupakan deposito.
 
"Total aset bank tumbuh sebesar empat persen menjadi Rp214,4 triliun pada akhir 2021," ucapnya.
 
Selain itu, OCBC NISP mencatat pertumbuhan penyaluran kredit sebesar lima persen, sejalan dengan industri, menjadi Rp120,8 triliun terutama didorong oleh pertumbuhan kredit ritel. Fungsi intermediasi dijalankan dengan prinsip kehati-hatian, terlihat dari rasio NPL terjaga di bawah rata-rata NPL industri perbankan dan ketentuan regulator.
 
"Di mana net NPL pada posisi 0,9 persen dan NPL bruto pada posisi 2,4 persen," tuturnya.
 
Sedangkan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) di akhir 2021 mencapai 23,0 persen, di atas level yang dipersyaratkan oleh regulator. Selain itu, OCBC NISP juga mampu menjaga rasio efisiensi, Cost-to-Income Ratio dan rasio BOPO yang masing-masing sebesar 43,4 persen dan 76,5 persen.
 
"Fokus utama kami pada 2021 adalah mendukung nasabah untuk beradaptasi dengan tantangan yang dihadirkan pandemi. Kami terus mengakselerasi dan mentransformasi kemampuan dan kapabilitas untuk menghadirkan inovasi dan inisiatif yang relevan dengan kebutuhan nasabah," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif