Ilustrasi gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) - - Foto: AFP/ Adek Berry
Ilustrasi gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) - - Foto: AFP/ Adek Berry

BEI Sempurnakan Perhitungan PER dengan Metode Trailing

Nia Deviyana • 30 November 2021 16:17
Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyempurnakan perhitungan Price Earnings Ratio (PER) dengan menerapkan metode trailing terhitung Selasa, 30 November 2021. Metode ini dapat meningkatkan kualitas perhitungan data pasar modal pada publikasi statistik.
 
Metode perhitungan PER trailing menggunakan data laporan keuangan yang sudah dilaporkan pada periode sebelumnya, sehingga dapat lebih objektif jika digunakan untuk melakukan penilaian dan pengambilan keputusan.
Penerapan metode trailing menjadi penting karena PER merupakan indikator populer yang digunakan oleh para investor, manajer investasi, analis saham, dan sebagai salah satu indikator fundamental dalam berinvestasi.
 
Selain itu, PER saham juga menjadi salah satu indikator yang diperhitungkan dalam kriteria evaluasi indeks, kriteria saham marjin, evaluasi serta pemantauan Perusahaan Tercatat, dan lain sebagainya.
 
Sejak lama BEI telah mempublikasikan nilai PER dalam berbagai publikasi statistik, baik PER masing-masing saham, PER sektor, maupun PER BEI (market).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"PER adalah rasio yang digunakan untuk menilai suatu saham perusahaan itu murah (undervalued) atau mahal (overvalued) dengan berdasarkan perhitungan harga saham dibagi laba per saham. Portofolio yang memiliki PER rendah mendapatkan return lebih besar atas dasar penyesuaian risiko, proposisi harga dengan kinerja investasinya," ujar Sekretaris BEI Yulianto Aji Sadono melalui siaran persnya, Selasa, 30 November 2021.
 
Perhitungan PER trailing masing-masing saham akan berdasarkan kinerja keuangan aktual yang sudah diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat (menggunakan laba bersih periode empat kuartal atau 12 bulan terakhir).
 
PER market trailing dihitung dari median semua PER saham di BEI dengan laba positif dan di bawah batas ambang (threshold) yang ditentukan oleh BEI, yaitu sebesar persentil 90 persen.
 
Penggunaan persentil 90 persen sebagai threshold ini dilakukan dengan pertimbangan mampu memitigasi risiko perhitungan PER BEI yang bias akibat outliers dan sudah cukup baik untuk bisa menilai valuasi PER dari distribusi data.
 
Yulianto menambahkan, informasi PER trailing dapat dilihat melalui website BEI pada publikasi statistik harian, mingguan, bulanan, triwulanan, dan tahunan. Implementasi PER trailing ini, lanjut Yulianto, menjadi bukti dan komitmen BEI dalam menghadirkan data statistik pasar modal yang akurat dan kredibel, serta menjadi langkah awal BEI untuk menyempurnakan perhitungan data statistik pasar modal lainnya.
 
"PER trailing yang dipublikasikan BEI diharapkan dapat menjadi acuan bagi investor untuk melakukan analisis fundamental dengan lebih akurat dan detail terkait valuasi saham agar lebih objektif dalam menentukan keputusan investasi," pungkasnya.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif