Jakarta: Nilai tukar mata uang rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Jumat, 24 Juli 2026. Mata uang Garuda melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan bergerak mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS, meski indeks dolar global justru mengalami pelemahan tipis.
Berdasarkan data pasar Investing, mata uang dolar AS menguat 0,42 persen atau bertambah 75,9 poin ke level Rp17.965,9. Penguatan dolar AS terhadap rupiah tersebut menandakan tekanan terhadap mata uang domestik masih berlanjut pada awal perdagangan.
| Baca juga: Tak Naikkan BI Rate, Bank Indonesia Pilih Jurus Baru Perkuat Rupiah |
Menariknya, pelemahan rupiah terjadi ketika Indeks Dolar AS (DXY) justru turun 0,05 persen ke level 101,235. Kondisi ini mengindikasikan tekanan terhadap rupiah lebih dipengaruhi sentimen domestik maupun regional dibandingkan penguatan dolar AS secara global.
Selain dolar AS, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan kenaikan paling besar terhadap rupiah dengan melonjak 0,59 persen ke posisi 12,2765, menjadikannya mata uang dengan penguatan tertinggi pada perdagangan kali ini. Sementara itu, mata uang euro bergerak relatif stabil dengan bertahan di level Rp20.482 tanpa mengalami perubahan dibandingkan sesi sebelumnya.
Di sisi lain, mayoritas mata uang Asia justru bergerak melemah terhadap rupiah. Ringgit Malaysia mencatat koreksi terdalam setelah turun 0,25 persen ke level Rp4.393,51. Pelemahan juga dialami yuan China yang turun 0,23 persen menjadi Rp2.653,91. Baht Thailand ikut terkoreksi 0,16 persen ke level Rp531,701. Yen Jepang melemah 0,10 persen menjadi Rp109,80, sedangkan dolar Singapura turun tipis 0,08 persen ke posisi Rp13.917,38.
Pergerakan negatif juga terlihat di pasar komoditas. Harga emas dunia (XAU/USD) turun 0,16 persen atau 6,68 poin ke level USD4.042,88 per troy ons. Secara keseluruhan, perdagangan pagi ini menunjukkan rupiah masih menghadapi tekanan terhadap dolar AS dan won Korea Selatan. Namun, mata uang rupiah mampu menguat terhadap sebagian besar mata uang utama di kawasan Asia, termasuk ringgit Malaysia, yuan China, baht Thailand, yen Jepang, dan dolar Singapura.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda