Gubernur Bank of England sekaligus Ketua Financial Stability Board (FSB), Andrew Bailey. Foto: getty images
Gubernur Bank of England sekaligus Ketua Financial Stability Board (FSB), Andrew Bailey. Foto: getty images

AI Makin Canggih, Bank of England Justru Wanti-wanti Ancaman Besar Ini

Annisa ayu artanti • 01 September 2026 19:34
Ringkasnya gini..
  • Gubernur Bank of England Andrew Bailey memperingatkan perkembangan AI dapat memicu koreksi pasar yang berdampak ke ekonomi global.
  • Lonjakan valuasi perusahaan teknologi dan investasi AI dinilai dapat memperbesar risiko guncangan pasar di masa depan.
  • Selain risiko ekonomi, AI juga dinilai meningkatkan ancaman serangan siber terhadap sistem keuangan global.
Jakarta: Kecerdasan buatan (AI) selama ini digadang-gadang sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru, tetapi perkembangan pesat teknologi tersebut ternyata menyimpan risiko yang tidak kecil. Jika pertumbuhan sektor AI tiba-tiba melambat, dampaknya bahkan berpotensi menjalar dari perusahaan teknologi ke pasar keuangan dan ekonomi global.

Dilansir dari BBC pada Selasa, 1 September 2026, Gubernur Bank of England sekaligus Ketua Financial Stability Board (FSB), Andrew Bailey, dalam surat terbuka kepada para menteri keuangan G20 mengatakan penurunan pertumbuhan sektor AI dapat memicu koreksi pasar di masa depan yang berpotensi menyebar ke berbagai negara.

Bailey menilai kombinasi antara harga saham yang tinggi dan meningkatnya penggunaan utang oleh investor perlu mendapat perhatian. Risiko semakin besar karena investasi di sektor AI dan perusahaan hyperscaler juga semakin saling terhubung.

“Masalahnya bukan hanya investor meminjam lebih banyak, tetapi leverage berinteraksi dengan valuasi tinggi dan konsentrasi pasar, khususnya peningkatan investasi silang antara perusahaan kecerdasan buatan (AI) dan perusahaan hyperscaler, dengan cara yang dapat memperkuat koreksi pasar di masa depan,” kata Bailey.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuat guncangan di sektor teknologi memiliki efek yang lebih luas terhadap pasar keuangan. Artinya, perlambatan atau penurunan tajam di sektor AI tidak hanya menjadi masalah bagi perusahaan yang bergerak langsung di bidang teknologi.

   

Ancaman Siber Ikut Mengintai Sistem Keuangan

Selain risiko pasar, Bailey juga memperingatkan adanya potensi ancaman keamanan siber yang semakin besar seiring perkembangan AI. Ia meminta perusahaan di berbagai negara bersiap menghadapi serangan yang dapat mengganggu sejumlah perusahaan secara bersamaan.

Peringatan tersebut muncul setelah sekitar 100 perusahaan teknologi, termasuk Google, Microsoft, Anthropic, dan OpenAI, mendesak negara serta berbagai kelompok untuk memperkuat pertahanan siber sebelum AI berkembang cukup jauh untuk menembus sistem pertahanan yang ada.

Bailey mendorong pihak yang bertanggung jawab terhadap stabilitas keuangan untuk menyiapkan langkah yang dapat mendukung pengembangan serta penerapan model AI yang aman dan bertanggung jawab secara global. Menurutnya, kesiapan tersebut dibutuhkan agar manfaat AI tetap dapat dikembangkan tanpa mengabaikan risiko yang muncul.

Dalam kapasitasnya sebagai ketua FSB, Bailey juga menyoroti meningkatnya volatilitas di pasar keuangan. Ia mengaitkannya dengan dampak guncangan pasokan energi yang dipicu oleh perang AS-Iran, sehingga risiko yang berasal dari AI perlu dilihat bersama dengan tekanan ekonomi global lainnya. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan