Rupiah. Foto: MI.
Rupiah. Foto: MI.

Rupiah Melemah Lagi Saat Indeks Dollar AS Terkoreksi

Arif Wicaksono • 07 Juli 2026 08:58
Ringkasnya gini..
  • Berdasarkan data perdagangan pasar spot pada Selasa, 7 Juli 2026, mata uang rupiah berada di level Rp17.994,8 per dolar AS. Mata uang rupiah melemah 24,2 poin atau 0,13 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
  • Pelemahan rupiah terjadi meski Indeks Dolar AS (DXY) justru terkoreksi tipis 0,02 persen ke level 100,615.

Jakarta: Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa pagi. Mata uang Garuda melemah hingga mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Berdasarkan data perdagangan pasar spot pada Selasa, 7 Juli 2026, mata uang rupiah berada di level Rp17.994,8 per dolar AS. Mata uang rupiah melemah 24,2 poin atau 0,13 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Baca juga: Rupiah Melemah ke Mata Uang Regional Asia, Sampai Tembus Rp17.996/ Dolar AS

Pelemahan rupiah terjadi meski Indeks Dolar AS (DXY) justru terkoreksi tipis 0,02 persen ke level 100,615. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi sentimen pasar yang belum sepenuhnya mereda.

Tidak hanya terhadap dolar AS, rupiah juga melemah terhadap sejumlah mata uang utama dan regional. Rupiah turun 0,13 persen terhadap ringgit Malaysia ke level Rp4.412,39, melemah 0,08 persen terhadap yen Jepang menjadi Rp111,15, serta turun 0,08 persen terhadap dolar Singapura ke posisi Rp13.937,07.

Selanjutnya, rupiah terdepresiasi 0,08 persen terhadap won Korea Selatan ke level Rp11,78 dan melemah 0,07 persen terhadap yuan Tiongkok menjadi Rp2.650,21. Sementara itu, pergerakan rupiah terhadap euro relatif stabil di kisaran Rp20.568 per euro.

Di pasar komoditas, harga emas dunia juga bergerak di zona merah. Emas spot (XAU/USD) turun 20,64 poin atau 0,50 persen ke level USD2.144,49 per troy ons.

Pelaku pasar pada pekan ini masih menantikan sejumlah data ekonomi global dan domestik yang diperkirakan akan memengaruhi pergerakan nilai tukar serta arah kebijakan bank sentral dalam beberapa waktu ke depan.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan