Direktur Ritel & Syariah Bank DKI Babay Parid Wazdi. FOTO: Bank DKI
Direktur Ritel & Syariah Bank DKI Babay Parid Wazdi. FOTO: Bank DKI

Bank DKI Siapkan Strategi Transformasi Hadapi 2023

Angga Bratadharma • 10 November 2022 14:10
Jakarta: PT Bank DKI telah menyiapkan strategi transformasi di beberapa lini dalam menghadapi 2023 yakni melalui transformasi bisnis, transformasi IT, dan transformasi Sumber Daya Manusia (SDM). Persiapan itu dilakukan mengingat banyak yang memperkirakan tahun depan perekonomian global mengalami resesi.
 
Direktur Ritel & Syariah Bank DKI Babay Parid Wazdi membenarkan Bank DKI telah menyiapkan strategi transformasi di beberapa lini untuk menghadapi 2023. Adapun hal ini dilakukan dalam rangka menjaga pertumbuhan bisnis Bank DKI di masa-masa mendatang.

 
"Kita melakukan transformasi digital landing, sekarang menyalurkan kredit multiguna, dan kredit micro bisa di lakukan secara daring. Di bidang SDM kita bahkan membentuk learning center untuk menggodok SDM Bank DKI. Bahkan kita ingin SDM kita menjadi resources untuk DKI dan nasional," kata Babay Parid, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 10 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Senada dengan Babay Parid, Sekretaris Perusahaan Bank DKI Arie Rinaldi turut menyampaikan, sampai dengan kuartal III-2022, Bank DKI membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 28,83 persen (YoY), dari semula sebesar Rp564 miliar pada September 2021 menjadi sebesar Rp726 miliar pada September 2022.
Baca: Bos LPS: Jangan Abaikan Keadaan Darurat Iklim

Selain itu, Bank DKI juga mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 26,82 persen (YoY), dari sebelumnya Rp36,9 triliun di September 2021 menjadi Rp46,7 triliun pada September 2022. Pertumbuhan kredit tersebut diikuti dengan perbaikan kualitas aset yang ditandai dengan penurunan rasio Non-Performing Loan (NPL) gross.
 
"Dari semula 2,93 persen pada September 2021, menjadi 1,81 persen pada September 2022 dengan Loan at Risk (LAR) 13,68 persen yang sebelumnya 17,32 persen di periode sama tahun lalu," kata Arie.
 
Di sisi lain, Babay Parid mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Bank DKI. Baginya penghargaan yang didapatkan menjadi simbol optimisme atas capaian kinerja yang diraih oleh seluruh insan Bank DKI.
 
Adapun atas kemampuan mempertahankan tingginya kecukupan modal di tengah pandemi membuat Bank DKI berhasil menyabet penghargaan sebagai The Strongest Big Regional Bank by Capital yang diterima langsung oleh Direktur Ritel & Syariah Bank DKI Babay Parid Wazdi.
 
"Apresiasi dan terima kasih kami berikan kepada nasabah, mitra kerja, maupun pemangku kepentingan yang senantiasa meletakkan kepercayaannya kepada produk dan layanan Bank DKI sehingga kami dapat terus tumbuh di tengah pandemi covid-19," ujarnya.
 
Seiring dengan adaptasi yang terjadi selama pandemi covid-19, Babay Parid menjelaskan, Bank DKI tetap mampu menorehkan kinerja melalui perbandingan dengan BPD lain didasari pada tujuh indikator rasio keuangan yakni CAR (Capital Adequacy Ratio), ROA (Return On Assets), ROE (Return on Equity), dan LDR (Loan Deposits Ratio).
 
Kemudian, BOPO (Belanja Operasional terhadap Pendapatan Operasional), Net Interest Margin (NIM), serta Giro Wajib Minimum (GWM). "Melalui kecukupan modal tersebut, Bank DKI dapat menyalurkan kredit namun dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian," pungkas Babay.

 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif