Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO

Kurs Rupiah Sore Ambruk ke Rp15.662/USD

Angga Bratadharma • 27 Desember 2022 15:50
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan Selasa terpantau tertekan ketimbang pembukaan pada pagi tadi yang berada di posisi Rp15.624 per USD. Kondisi itu terjadi di tengah potensi melemahnya ekonomi dunia akibat sejumlah bank sentral utama berencana terus menaikkan suku bunga.
 
Mengutip Bloomberg, Selasa, 27 Desember 2022, nilai tukar rupiah pada perdagangan sore berakhir di posisi Rp15.662 per USD, melemah 30 poin atau setara 0,19 persen. Hari ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp15.614 hingga Rp15.670 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di level Rp15.566 per USD.
 
Sementara itu, dolar bergerak lebih rendah di awal sesi Asia pada Selasa pagi, dengan mata uang Antipodean (Australia dan Selandia Baru) melonjak. Hal itu karena selera risiko meningkat setelah Tiongkok mengatakan akan membatalkan aturan karantina covid untuk pelancong yang masuk, langkah besar menuju pelonggaran pembatasan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dolar Selandia Baru terangkat 0,65 persen menjadi 0,63115 USD, sementara Aussie naik 0,25 persen menjadi 0,67485 USD dalam sebagian besar perdagangan yang tipis di tengah musim liburan akhir tahun. Kedua mata uang tersebut sering digunakan sebagai proksi likuid untuk yuan Tiongkok.
Baca: SKK Migas-Medco Temukan Cadangan Gas Baru di Sumsel

Tiongkok akan berhenti mewajibkan pelancong yang masuk untuk melakukan karantina pada saat kedatangan mulai 8 Januari, kata Komisi Kesehatan Nasional, bahkan ketika kasus covid melonjak. Pada saat yang sama Beijing menurunkan peraturan untuk menangani kasus covid menjadi Kategori B yang tidak terlalu ketat dari Kategori A tingkat atas.
 
"Tampaknya tidak ada penurunan dalam laju pelonggaran pembatasan covid meskipun kasus covid melonjak di daratan. Ini mungkin menunjukkan tekad pembuat kebijakan Tiongkok untuk membuka kembali sepenuhnya," kata Ahli Strategi Mata Uang OCBC Christopher Wong.  
 
"Selain itu ada berita Tiongkok berpotensi mengambil langkah luar biasa untuk mendukung pertumbuhan," tambah Wong.
 
Di tempat lain poundsterling naik 0,16 persen menjadi 1,20865 dolar, sementara euro menguat 0,06 persen menjadi 1,06395 dolar. Terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, indeks dolar AS stabil di 104,12.

 
Data yang dirilis menunjukkan bahwa belanja konsumen AS hampir tidak meningkat pada November, sementara inflasi semakin menurun, memperkuat ekspektasi Federal Reserve dapat mengurangi jalur pengetatan kebijakan moneter yang agresif.
 
"Sejalan dengan tren musimannya, Desember telah menjadi bulan yang lemah bagi greenback. Perlu diingat bahwa dolar naik setiap empat tahun terakhir pada Januari. Pandangan kami untuk awal 2023 masih salah satu pemulihan dolar," pungkas Ahli Strategi Valas ING Francesco Pesole.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif