Gubernur BI Perry Warjiyo. Foto: dok Bank Indonesia
Gubernur BI Perry Warjiyo. Foto: dok Bank Indonesia

Agustus 2020, Nilai Transaksi Uang Elektronik Tumbuh 33,8%

Ekonomi Bank Indonesia Virus Korona transaksi non tunai
Husen Miftahudin • 13 Oktober 2020 19:37
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi uang elektronik tumbuh sebesar 33,8 persen (yoy) pada Agustus 2020. Pertumbuhan ini meningkat tinggi bila dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 24,42 persen (yoy).
 
"Transaksi ekonomi dan keuangan digital meningkat pesat sejalan dengan penggunaan platform dan instrumen digital di masa pandemi, serta semakin kuatnya preferensi dan akseptasi masyarakat akan transaksi digital," ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bank Indonesia Periode Oktober 2020 secara virtual di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2020.
 
Volume transaksi digital banking juga mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 52,69 persen (yoy) pada Agustus 2020. Angka ini mengalami peningkatan drastis dari capaian bulan sebelumnya sebesar 38,81 persen (yoy).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Secara keseluruhan, transaksi sistem pembayaran baik tunai maupun nontunai menunjukkan peningkatan. Hal ini sejalan dengan perbaikan ekonomi yang disertai dengan percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan.
 
Adapun Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Agustus 2020 tumbuh meningkat dari 5,82 persen(yoy) menjadi 7,20 persen (yoy) sehingga pada September 2020 tercatat Rp762,1 triliun.
 
Sedangkan transaksi pembayaran menggunakan ATM, kartu debet, kartu kredit, dan uang elektronik menunjukkan perbaikan dengan lebih rendahnya kontraksi pertumbuhan dari 13,94 persen (yoy) pada Juli 2020 menjadi 6,86 persen (yoy) pada Agustus 2020.

 
Perry mengungkapkan ke depan Bank Indonesia akan terus mempercepat digitalisasi pembayaran dan perluasan ekosistem digital melalui kolaborasi dengan pemerintah, bank, fintech, dan e-commerce untuk pemulihan ekonomi nasional, khususnya program bansos pemerintah, penyaluran kredit dan digitalisasi UMKM sejalan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).
 
"Sejumlah langkah terus dilakukan, termasuk perluasan ekosistem QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), penggunaan big data, aplikasi API (Application Programming Interface), serta penguatan pengawasan fraud dan siber pada pembayaran digital," pungkas Perry.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif