"Kontrak terakhir yang berhasil dicapai perusahaan untuk pengangkutan batu bara dan multi kargo senilai USD30,2 juta," kata Presiden Direktur Pelita Samudera Shipping Alex Iriawan Ibarat dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Selasa, 13 Oktober 2020.
Perusahaan juga melakukan penandatanganan kontrak jangka panjang dengan penambang batu bara Toba Bara Group untuk segmen kapal tunda dan tongkang (tug dan barge) dan floating loading facility senilai USD29,6 juta untuk pengangkutan batu bara di area Pendingin, Samarinda ke Muara Berau, Kalimantan Timur.
"Pencapaian kontrak eksklusif untuk tiga tahun dengan tiga perusahaan di bawah Toba Bara Group, yakni PT Adimitra Baratama Nusantara, PT Trisensa Mineral Utama, dan PT Indomining menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari pelaku usaha batu bara terhadap kompetensi perseroan di industri logistik," ucapnya.
Alex melanjutkan dengan strategi perusahaan di pengangkutan multi kargo, Pelita Samudera Shipping juga mendapatkan kontrak baru dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero). Setelah itu, perseroan mengantongi pekerjaan dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara.
"Pengangkutan tembaga konsentrat dilakukan dari Benete, Nusa Tenggara Timur ke Gresik, Jawa Timur dengan menggunakan bulk carrier (motor vessel) kelas handysize," terang dia.
Menurutnya, ekspansi armada motor vessel yang dimulai sejak 2018 terbukti sebagai langkah strategis untuk memperluas pangsa pasar. Selain di pengangkutan batu bara dan multi kargo, perseroan telah merambah pasar internasional dengan memulai pengangkutan batu bara ke negara-negara Asia Tenggara seperti Vietnam dan Filipina di pertengahan 2020.
"Fokus perseroan juga memberikan maksimum profitabilitas dari USD101 juta kontrak yang telah diamankan," tutup Alex.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News