Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO

Pembukaan Perdagangan: Kurs Rupiah Menguat Tipis ke Rp14.559/USD

Ekonomi rupiah rupiah menguat Kurs Rupiah Dolar AS
Angga Bratadharma • 10 Mei 2022 09:40
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terpantau menguat tipis ketimbang penutupan perdagangan di hari sebelumnya di level Rp14.572 per USD. Mata uang Garuda mampu perkasa di tengah agresifnya The Fed menaikkan suku bunga dan memanasnya tensi geopolitik.
 
Mengutip Bloomberg, Selasa, 10 Mei 2022, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menguat ke posisi Rp14.559 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.557 hingga Rp14.562 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di level Rp14.511 per USD.

 
Sementara itu, dolar AS mencapai level tertinggi baru 20 tahun pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Hal itu karena sentimen penghindaran risiko yang sebagian berasal dari kekhawatiran atas kemampuan Federal Reserve untuk memerangi inflasi yang tinggi mendorong daya tarik safe haven greenback.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dolar telah meningkat selama lima minggu berturut-turut karena imbal hasil obligasi pemerintah AS telah naik di tengah ekspektasi The Fed akan agresif dalam mencoba menekan inflasi.
 
Pada Senin, 9 Mei, Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan bank sentral AS mungkin tidak mendapatkan banyak bantuan dari pelonggaran rantai pasokan seperti yang diharapkan dalam membantu mendinginkan inflasi.

Ruang The Fed untuk menaikkan suku bunga

Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan dia sudah melihat tanda-tanda memuncaknya tekanan pasokan dan itu akan memberi ruang bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga setengah poin persentase untuk dua hingga tiga pertemuan kebijakan berikutnya, tetapi tidak ada yang lebih besar.
 
Juga berkontribusi pada nada defensif adalah perang yang sedang berlangsung di Ukraina dan kekhawatiran tentang meningkatnya kasus covid-19 di Tiongkok. "Saat ini, sepertinya Anda memiliki tiga pendorong di sini yang akan terus memberikan dolar dengan pijakan yang kuat," kata Analis Pasar Senior Oanda Edward Moya, di New York.

 
"Ada keyakinan Anda tidak akan melihat salah satu faktor risiko utama teratasi, jelas tidak minggu ini, dan itu mungkin akan membuatnya rumit untuk mengakhiri kekuasaan dolar," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif