Gedung Bank Muamalat. FOTO: BPKH
Gedung Bank Muamalat. FOTO: BPKH

Bank Muamalat Fasilitasi Pinjaman ke Anak Usaha Syariah Astra Rp200 Miliar

Ekonomi Perbankan Syariah astra international bank muamalat
Angga Bratadharma • 03 Mei 2022 10:02
Jakarta: PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memberikan fasilitas pinjaman sebesar Rp200 miliar kepada PT Sharia Multifinance Astra (SMA) yang merupakan perusahaan syariah pertama PT Astra International Tbk. Perusahaan yang memiliki produk branding AMITRA ini mendapatkan fasilitas pinjaman dalam bentuk Perjanjian Pembiayaan Syariah Line Facility.
 
Fasilitas pinjaman akan digunakan oleh SMA dengan manajemen di bawah naungan PT Federal International Finance (FIFGROUP) tersebut untuk mendukung operasional bisnis. Hal itu dalam menyalurkan pembiayaan syariah perseroan melalui berbagai produk yang dibutuhkan masyarakat.
 
Menurut Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Fatwa DSN No.45/DSN-MUI/II/2005, fasilitas line facility adalah suatu bentuk fasilitas plafon pembiayaan bergulir dalam jangka waktu tertentu yang dijalankan berdasarkan prinsip syariah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Presiden Direktur SMA Inung Widi Setiadji menyebutkan pinjaman ini akan digunakan mendukung operasional dan pengembangan bisnis SMA serta diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja perusahaan kedepannya.
 
"Pinjaman ini akan ditujukan untuk mendukung pengembangan bisnis AMITRA. Di 2022, perseroan lebih optimistis dalam menjalankan kegiatan usahanya, mengingat tahun ini Arab Saudi telah membuka kembali ibadah umrah dari berbagai negara, serta kuota haji yang sebelumnya ditutup sama sekali," kata Inung, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 3 Mei 2022.
 
Direktur Utama Bank Muamalat Achmad Kusna Permana mengatakan kolaborasi dengan SMA sebagai perusahaan pembiayaan berbasis syariah sejalan dengan visi yang memang ingin fokus pada bisnis di segmen Islam. Apalagi, Bank Muamalat baru mendapat suntikan dana segar dari BPKH selaku pemilik baru dengan total kepemilikan saham sebesar 82,7 persen.
 
"Kami ingin kembali pada khittah Bank Muamalat sebagai bank milik umat Islam. Sehingga strategi bisnis yang kami canangkan memang fokus di segmen tersebut. Kerja sama dengan SMA ini menunjukkan prospek bisnis di segmen ini masih sangat terbuka lebar dan tentunya akan berdampak positif terhadap peningkatan pangsa pasar industri syariah di Tanah Air," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif