Ilustrasi. FOTO: MI/Tri Handiyatno
Ilustrasi. FOTO: MI/Tri Handiyatno

Kuartal I, Bank DKI Catat Kredit Tumbuh 13,70% Jadi Rp38,3 Triliun

Ekonomi Perbankan bank dki bpd BUMD
Angga Bratadharma • 22 April 2022 09:24
Jakarta: Bank DKI mencatat penyaluran kredit mencapai Rp38,3 triliun di kuartal I-2022 atau tumbuh sebanyak 13,70 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2021 sebesar Rp33,6 triliun. Kondisi itu diklaim lantaran membaiknya situasi pandemi covid-19 sehingga berdampak positif terhadap laju bisnis.
 
"Membaiknya situasi pandemi covid-19 telah mendorong pertumbuhan kinerja Bank DKI. Hal tersebut ditandai dengan penyaluran kredit yang tumbuh double digit," kata Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI Romy Wijayanto, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 22 April 2022.
 
Romy menambahkan pertumbuhan kredit tersebut ditopang oleh penyaluran kredit pada sektor UMK yang meningkat sebesar 26,1 persen dari Rp1,40 triliun pada kuartal I-2021 menjadi Rp1,77 triliun pada kuartal Ip2022. Selain itu, Bank DKI mampu membukukan laba bersih sebesar Rp198,01 miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perolehan laba bersih terutama didorong pendapatan bunga bersih yang naik 13,5 persen, dari sebelumnya sebesar Rp629 miliar pada kuartal I-2021 menjadi Rp713 miliar pada kuartal I-2022. Sedangkan pendapatan operasional sebelum pencadangan tercatat tumbuh 44,7 persen dari semula Rp273 miliar pada kuartal I-2021 menjadi Rp395 miliar pada kuartal I-2022.
 
"Di kuartal I-2022, Fee Based Income Bank DKI juga menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan sebesar 19,6 persen, dari semula di kuartal I-2021 sebesar Rp97 miliar menjadi sebesar Rp116 miliar," tuturnya.
 
Kedepannya, tambahnya, Bank DKI akan terus mendorong pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya melalui penyaluran kredit dan pembiayaan kepada pedagang UMKM JakPreneur dan pedagang BUMD Pangan seperti Perumda Pasar Jaya, Food Station, dan Dharma Jaya.
 
"Mulai 2022, Bank DKI juga dipercaya untuk menyalurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp1 triliun kepada pelaku UMKM," jelasnya.

Segmen konsumer

Untuk segmen konsumer, lanjutnya, pada kuartal I-2022 secara tahun ke tahun tumbuh sebesar 12,8 persen, dari semula tercatat sebesar Rp13,56 triliun pada kuartal I-2021 menjadi sebesar Rp15,3 triliun. Selanjutnya segmen komersial pada kuartal I-2022 tumbuh 19,6 persen, dari semula tercatat Rp12,08 triliun pada kuartal I-2022 menjadi sebesar 14,45 triliun.
 
Sedangkan di segmen syariah, tambahnya, juga mengalami pertumbuhan 6,5 persen, dari semula tercatat sebesar Rp5,94 triliun pada kuartal I-2021 menjadi sebesar Rp6,32 triliun pada kuartal I-2022. Pertumbuhan kredit dan pembiayaan tersebut ditopang oleh peningkatan kapabilitas SDM di bidang kredit serta penyederhanaan proses bisnis melalui digitalisasi.
 
"Secara bertahap, Bank DKI juga terus melakukan perbaikan kualitas kredit yang terjaga dengan baik di mana pada kuartal I-2022, rasio NPL gross masih terjaga sebesar 3,05 persen, membaik dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar 3,19 persen," tuturnya.
 
Dalam memitigasi berbagai risiko yang mungkin dihadapi kedepannya, Bank DKI melakukan peningkatan pencadangan yang ditandai dengan peningkatan coverage ratio menjadi sebesar 160,54 persen pada kuartal I-2022. Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank DKI juga mengalami pertumbuhan sebesar 34,32 persen menjadi Rp57,74 triliun pada kuartal I-2022.
 
"Dari Rp42,98 triliun pada kuartal I-2021, sehingga mendorong pertumbuhan total aset Bank DKI sebesar 27,7 persen menjadi Rp71,13 triliun," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif