Ilustrasi. Foto: dok MI/M Irfan.
Ilustrasi. Foto: dok MI/M Irfan.

BNI Batalkan Rencana Rights Issue Tahun Ini

Ekonomi bni Pertumbuhan Ekonomi BEI Ekonomi Indonesia right issue Penyaluran Kredit Baru Kredit Perbankan
Annisa ayu artanti • 26 April 2022 14:12
Jakarta: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) membatalkan rencana penerbitan rights issue tahun ini. Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini menjelaskan, alasannya karena permodalan perbankan pelat merah tersebut telah cukup.
 
"Kami tidak akan melakukan rights issue lagi. Rencana rights issue akan kami batalkan," kataya dalam paparan publik, Selasa, 26 April 2022.
 
Novita menyebutkan, Tier-1 CAR (Capital Adequacy Ratio) sudah berada di level 17,3 persen pada akhir kuartal I-2022. Posisi tersebut meningkat dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar 15,8 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tier-1 CAR kita berada di atas regulatory requirement. Secara regulator car kita sudah jauh di atas ketentuan regulator," ucapnya.
 
Selain itu, lanjut Novita, BNI juga melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya sehingga diharapkan bisa mengakselerasi pertumbuhan kredit. Tak hanya itu, perseroan jugu mencatat secara profitabilitas BNI juga menunjukkan tren positif.
 
"Artinya, penambahan modal secara organik dari profitability ini sangat bisa diharapkan kedepannya, di kuartal kuartal depan. Sehingga kami rasa kami tidak lagi memerlukan rights issue," tuturnya.
 
Namun demikian, Novi menambahkan mengenai rencana pembatalan tersebut akan dikoordinasikan dengan stakeholder terkait, dengan tentunya tetap mempertimbangkan kondisi pasar.  
 
Sebelumnya, BNI berencana melaksanakan rights issue senilai Rp11 triliun tahun ini. Rencana tersebut telah disampaikan Corporate Secretary BNI Mucharom dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
 
Mucharom mengatakan aksi korporasi yang akan dilakukan perusahaan itu dalam rangka memperkuat permodalan untuk ekspansi bisnis serta fundamental perusahaan di tengah pemulihan ekonomi.
 
"Rencana ini telah kami masukkan dalam rencana bisnis bank 2022," katanya, dikutip Rabu, 2 Februari 2022.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif