Permintaan kendaraan sepanjang tahun ini diperkirakan akan mengalami kontraksi akibat penyebaran virus korona (covid-19) yang masih berkepanjangan. Foto: Dok.MI
Permintaan kendaraan sepanjang tahun ini diperkirakan akan mengalami kontraksi akibat penyebaran virus korona (covid-19) yang masih berkepanjangan. Foto: Dok.MI

Terdampak Covid-19, Penjualan Kendaraan Tahun Ini Diperkirakan Turun

Ekonomi Kredit Kendaraan virus corona
Annisa ayu artanti • 06 April 2020 10:32
Jakarta: Permintaan kendaraan sepanjang tahun ini diperkirakan akan mengalami kontraksi akibat penyebaran virus korona (covid-19) yang masih berkepanjangan.
 
Analisa Bahana Sekuritas menilai penjualan kendaraan bermotor bakal sulit mencapai target tahun ini karena pada kuartal pertama industri kendaraan bermotor sudah banyak menghadapi tantangan. Mulai dari banjir yang terjadi di hampir seluruh daerah di Indonesia sejak akhir 2019 hingga pertengahan Februari. Lalu, penyebaran covid-19 di Indonesia.
 
"Bila melihat perkembangan yang terjadi hingga saat ini, ancaman perlambatan ekonomi semakin nyata baik secara global maupun domestik selama kuartal pertama tahun ini dan masih akan berdampak hingga kuartal kedua," kata Analis Bahana Sekuritas Anthony Yunus dalam keterangan tertulisnya, Senin, 6 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal tersebut, kata Anthony, berdampak terhadap target permintaan kendaraan bermotor yang diperkirakan sulit tercapai. Bahana memperkirakan volume penjualan roda empat akan turun sekitar delapan persen atau diperkirakan sekitar 948 ribu unit. Sementara penjualan roda dua diperkirakan turun sekitar lima persen atau mencapai sekitar 6,163 juta unit untuk sepanjang 2020.
 
"Asosiasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperkirakan penjualan mobil sekitar 1,1 juta unit, namun asosiasi tengah berhitung ulang terhadap proyeksi ini," ujarnya.
 
Ia juga menuturkan penurunan permintaan kendaraan bermotor sudah terlihat pada Januari 2020. Pada periode tersebut penjualan mobil tercatat sebesar 79.983 unit, atau turun 2,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Penjualan tersebut disumbang oleh penjualan oleh grup Astra International tercatat sekitar 40.289 unit, sedangkan sisanya sumbangan dari penjualan di luar grup Astra.
 
Dalam kondisi ini, menurut Anthony, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk memberi stimulus terhadap perekonomian agar tetap bisa menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah ancaman perlambatan ekonomi global yang lebih dalam.
 
"Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberi keringanan bagi masyarakat berpenghasilan rendah seperti supir taksi, ojek online yang memiliki kredit bermotor diberikan bebas angsuran hingga satu tahun, demi menjaga daya beli masyarakat," sebutnya.
 
Lalu, Bank Indonesia juga telah memberi stimulus dengan memangkas suku bunga dalam rapat dewan gubernur (RDG) yang berlangsung pada 18 Maret lalu sebesar 25 basis poin (bps) ke level 4,5 persen.
 
"Secara total BI telah menurunkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 150 bps dari enam persen sejak Juli 2019, sebagai langkah antisipasi menjaga pertumbuhan ekonomi domestik di tengah tertahannya pemulihan ekonomi global akibat serangan covid-19," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif