ilustrasi IHSG - - Foto: Medcom/ Annisa Ayu
ilustrasi IHSG - - Foto: Medcom/ Annisa Ayu

Buyback Saham Tak Efektif

Ekonomi bursa saham Buyback
Annisa ayu artanti • 13 Maret 2020 13:24
Jakarta: Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai aksi melakukan pembelian kembali (buyback) saham tidak akan berpengaruh signifikan terhadap pergerakan harga saham.
 
Aksi buyback yang tengah dilakukan emiten-emiten tidak efektif karena dilaksanakan ketika pasar saham terus melemah.
 
"Kemungkinan enggak efektif, karena buyback itu belinya saat harga saham makin turun," kata William kepada Medcom.id, Jumat, 13 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


William menambahkan aksi buyback tidak akan menaikkan harga saham karena bersifat menadah. Harga saham dan perbaikan saham baru akan kembali membaik jika sentimen global mereda. Khususnya, penyebaran pandemi virus korona (covid-19) yang dinilai sebagai sumber utama tekanan ekonomi global.
 
"Pertama korona harus sudahan dulu," ucapnya.
 
Kemudian, lanjut Wiliiam, ekonomi global dan domestik harus berada pada posisi restart. Setelah itu, ekonomi akan mulai berjalan lagi dan perbaikan pasar dimulai.
 
"Lalu economy restart yaitu kondisi ketika pelemahan ekonomi global terjadi, dan mulai berjalan lagi," ucapnya.
 
Berdasarkan catatan Medcom.id, beberapa perusahaan yang telah melakukan buyback saham adalah PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (FAST), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).
 
Hingga penutupan perdagangan sesi pertama hari ini harga saham emiten-emiten tersebut mayoritas bergerak di zona merah.
 

(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif