Ilustrasi. Foto: MI/Andri Widiyanto
Ilustrasi. Foto: MI/Andri Widiyanto

IHSG Tembus 6.650 dan Lanjut Menguat, Investor Waspadai Profit Taking

Annisa ayu artanti • 04 September 2026 09:35
Ringkasnya gini..
  • IHSG dibuka naik 0,42% ke 6.695,69 setelah menembus resistance 6.650 pada perdagangan sebelumnya.
  • IHSG berpeluang menuju 6.724 selama mampu bertahan di atas 6.650, tetapi risiko profit taking tetap ada.
  • Data NFP dan tingkat pengangguran AS menjadi katalis penting yang dapat memengaruhi arah pasar saham.
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat, 4 September 2026. IHSG dibuka naik 27,80 poin atau 0,42% ke level 6.695,69.

Penguatan juga terjadi pada kelompok 45 saham unggulan. Indeks LQ45 naik 2,58 poin atau 0,39 persen ke posisi 665,35.

Pergerakan IHSG pagi ini melanjutkan tren positif dari perdagangan sebelumnya. Pada Kamis, 3 September 2026, IHSG ditutup menguat 1,09 persen ke level 6.667,89 persen.

IHSG Tembus Resistance 6.650

Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan, kinerja IHSG sebelumnya ditopang derasnya aliran dana asing. Net foreign buy tercatat mencapai Rp1,07 triliun.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps juga menjadi penopang penguatan IHSG. Saham BBCA, ASII, BMRI, AMMN, CPIN, dan BBRI tercatat ikut menguat.

Sentimen positif juga datang dari pergerakan rupiah yang menguat ke level Rp17.660 per USD. Hampir seluruh sektor saham bergerak positif pada perdagangan sebelumnya.
Dari sisi teknikal, IHSG telah berhasil menembus atau breakout resistance 6.650* dan ditutup di level 6.668. Kondisi tersebut mengonfirmasi momentum bullish yang masih terjaga, dengan indikator MACD tetap berada di area positif.

"Selama bertahan di atas 6.650, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju 6.724, dengan 6.550 sebagai support terdekat. Namun, posisi yang sudah relatif tinggi membuka peluang profit taking jangka pendek," jelas tim riset dalam riset harian, Jumat, 4 September 2026.

Data Tenaga Kerja AS Jadi Katalis Berikutnya

Pergerakan pasar selanjutnya akan dipengaruhi oleh rilis data tenaga kerja Amerika Serikat. Data Non-Farm Payrolls (NFP) dan unemployment rate Agustus dijadwalkan dirilis pada Jumat, 4 September 2026. Data tersebut menjadi salah satu perhatian pasar karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan