Penguatan juga terjadi pada kelompok 45 saham unggulan. Indeks LQ45 naik 2,58 poin atau 0,39 persen ke posisi 665,35.
Pergerakan IHSG pagi ini melanjutkan tren positif dari perdagangan sebelumnya. Pada Kamis, 3 September 2026, IHSG ditutup menguat 1,09 persen ke level 6.667,89 persen.
IHSG Tembus Resistance 6.650
Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan, kinerja IHSG sebelumnya ditopang derasnya aliran dana asing. Net foreign buy tercatat mencapai Rp1,07 triliun.Sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps juga menjadi penopang penguatan IHSG. Saham BBCA, ASII, BMRI, AMMN, CPIN, dan BBRI tercatat ikut menguat.
Sentimen positif juga datang dari pergerakan rupiah yang menguat ke level Rp17.660 per USD. Hampir seluruh sektor saham bergerak positif pada perdagangan sebelumnya.
Dari sisi teknikal, IHSG telah berhasil menembus atau breakout resistance 6.650* dan ditutup di level 6.668. Kondisi tersebut mengonfirmasi momentum bullish yang masih terjaga, dengan indikator MACD tetap berada di area positif.
"Selama bertahan di atas 6.650, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju 6.724, dengan 6.550 sebagai support terdekat. Namun, posisi yang sudah relatif tinggi membuka peluang profit taking jangka pendek," jelas tim riset dalam riset harian, Jumat, 4 September 2026.