Ilustrasi cabang BNI. Foto: MI.
Ilustrasi cabang BNI. Foto: MI.

Marak Pembangunan Smelter, BNI Sasar Kredit Turunan Komoditas

Ekonomi bni BUMN Perbankan komoditas smelter covid-19 pandemi covid-19
Annisa ayu artanti • 08 Mei 2022 13:01
Jakarta: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menangkap peluang pengembangan bisnis ke area sektor downstream atau sektor turunan komoditas saat ini. Pasalnya, permintaan pada sektor-sektor turunan kini mulai meningkat seiring pemulihan pasca pandemi covid-19.
 
Corporate Secretary BNI Mucharom menyampaikan, potensi pertumbuhan kredit tahun ini tergolong cukup tinggi. Banyak sektor yang kembali membukukan peningkatan kinerja cukup baik sehingga mendorong kinerja, khususnya dari sektor turunan komoditas. Hal ini pun sejalan dengan arahan dari pemerintah agar komoditas andalan Tanah Air dapat dijual ke luar negeri dengan nilai tambah lebih tinggi.
 
"Sektor downstream komoditi ini menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Kami melihat banyak pembangunan smelter akan sangat marak dan besar. Pemerintah mulai banyak melarang barang yang belum jadi sehingga semua proses pengolahan terjadi di dalam negeri. Kami berharap ini menjadi engine pertumbuhan segmen korporasi swasta kami," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu, 8 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mucharom menjelaskan pertumbuhan kredit BNI tahun ini masih sesuai target awal tahun. Beberapa nasabah top tier sudah mulai menunjukkan perbaikan kinerja seperti infrastruktur, listrik dan gas, pergudangan dan digital. Hal ini juga sejalan dengan penurunan  restrukturisasi kredit sehingga membantu BNI untuk dapat melakukan ekspansi lebih berkualitas.
 
"Kami akan tetap dengan target awal kami di high single digit. Kami lihat potensi pertumbuhan tinggi sejak awal tahun ini, sehingga kami cukup percaya diri," sebutnya.
 
Adapun, kredit di segmen Business Banking masih menjadi motor akselerasi bisnis kredit BNI. Pertumbuhan ini terutama pembiayaan ke segmen korporasi swasta yang tumbuh 9,9 persen yoy menjadi Rp193,2 triliun, segmen large commercial tumbuh 24,5 persen yoy menjadi Rp46,1 triliun, segmen UMKM juga tumbuh 11,8 persen yoy dengan nilai kredit Rp98 triliun. Secara keseluruhan kredit di sektor business banking ini tumbuh 4,8 persen yoy menjadi Rp489,3 triliun.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif