Foto: dok MI/Rommy Pujianto.
Foto: dok MI/Rommy Pujianto.

Indonesia Jawara di Pasar Saham Asia

Ekonomi IHSG Saham bursa saham asia pasar saham
Antara • 11 Januari 2021 19:55
Bengaluru: Indonesia memimpin kenaikan di beberapa pasar saham Asia pada perdagangan Senin sore. Penguatan ini didukung oleh harapan kenaikan reflasi untuk ekonomi di seluruh kawasan dalam beberapa bulan ke depan. Sementara saham Malaysia merosot menjelang pengumuman pembatasan baru virus korona.
 
Pasar saham Indonesia atau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 1,8 persen. Saham-saham di Jakarta mencapai level tertinggi sejak September 2019 ketika prospek stimulus fiskal AS lebih lanjut menambah harapan untuk Indonesia, yang sejauh ini telah melewati krisis lebih baik daripada banyak negara barat lainnya.
 
Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan Senat pekan lalu, telah membalikkan investor secara global kembali ke perdagangan. Mereka bertaruh pada kenaikan harga-harga dan pertumbuhan tahun ini, serta menguntungkan pasar negara berkembang yang tumbuh lebih cepat dan berisiko.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tema reflasi global akan menjadi dominan di kuartal pertama, dan dalam beberapa aspek, makro Asia memasuki posisi yang kuat pada 2021," kata pakar suku bunga dan valas di DBS Duncan Tan, dilansir dari Antara, Senin, 11 Januari 2021.
 
Namun demikian, janji triliunan dalam pengeluaran tambahan stimulus fiskal AS, juga telah mengirim imbal hasil obligasi AS ke level tertinggi 10 bulan. Kondisi ini mengangkat dolar dan menekan banyak mata uang negara berkembang.
 
Tan berargumen bahwa penguatan dolar AS lebih cenderung hanya berupa kenaikan jangka pendek.
 
Kurs rupiah yang menjadi favorit bagi investor asing yang mencari obligasi negara dengan imbal hasil tinggi, terpantau turun 0,7 persen bersama dengan won Korea Selatan karena tertekan kenaikan dolar.
 
Di sisi lain bursa saham Kuala Lumpur turun tajam ketika para pedagang bersiap menghadapi langkah-langkah baru untuk mengekang penyebaran kasus covid-19 yang diharapkan lebih dari yang ditargetkan.
 
Produksi industri di Malaysia juga mengalami kontraksi secara tak terduga pada November, sehingga memperlemah sentimen. Citigroup mengatakan gelombang infeksi terbaru menimbulkan risiko jangka pendek terbesar dan memperkirakan ekonomi Malaysia akan tetap lemah dalam bulan-bulan pertama tahun ini.
 
Sementara saham-saham Singapura juga turun 0,2 persen karena investor melakukan aksi ambil untung setelah indeks menembus level 3.000 poin pada Jumat lalu.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif