Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Foto: dok.BI.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Foto: dok.BI.

Bos BI: Perempuan Berkontribusi Nyata sebagai Penggerak Ekonomi Syariah

Husen Miftahudin • 21 April 2021 19:40
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan, perempuan-perempuan Indonesia telah berkontribusi nyata dalam menggerakan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia yang inklusif. Perempuan juga turut aktif menjadikan ekonomi syariah menjadi katalisator dalam pemulihan ekonomi nasional.
 
"Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah," ungkap Perry dalam acara virtual Srikandi Ekonomi Syariah Bersinergi Mendukung Pemulihan Ekonomi dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Rabu, 21 April 2021.
 
Perry mengungkapkan langkah-langkah sinergi dan upaya Bank Indonesia dalam mendorong perkembangan ekonomi keuangan syariah. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Laporan Ekonomi Keuangan Syariah Indonesia yang telah diluncurkan pada 31 Maret 2021.

Sinergi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dituangkan melalui pendekatan tiga pilar. Pilar pertama, pemberdayaan ekonomi syariah melalui pengembangan ekosistem Halal Value Chain (HVC), termasuk memperkuat dan memperluas peran perempuan dalam kontribusinya ekonomi keuangan syariah dan perekonomian nasional.
 
"Pilar kedua yaitu pendalaman pasar keuangan syariah baik komersial maupun sosial. Sedangkan pilar ketiga  yaitu penguatan riset, asesmen, dan edukasi, termasuk di antaranya edukasi gaya hidup halal," paparnya.
 
Ia menjelaskan bahwa sinergi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah telah menunjukkan kinerja yang baik. Pada 2020, Indonesia mendapatkan peringkat ke-4 terkait pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE).
 
"Selain itu, industri keuangan syariah Indonesia berhasil naik ke peringkat ke-2 berdasarkan Islamic Finance Development Index," sebut Perry.
 
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani selaku Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) menyampaikan bahwa berdasarkan laporan SGIE, peranan perempuan yang menjadi wirausaha meningkatkan potensi kontribusi terhadap PDB sangat besar.
 
Apabila perempuan mendapatkan kesempatan yang sama dalam perekonomian, potensi kontribusi kepada PDB global akan bertambah sekitar tiga persen sampai enam persen, atau meningkat sekitar USD5 triliun.
 
"Pemerintah Indonesia akan terus mengeluarkan kebijakan yang memberikan kesempatan yang sama bagi semua kelompok, termasuk perempuan. Hal ini antara lain karena kontribusi perempuan dalam perekonomian Indonesia yang semakin meningkat," urai Sri Mulyani
 
Di sektor UMKM, 53,76 persen UMKM dimiliki oleh perempuan dengan 97 persen karyawan adalah perempuan dan kontribusi terhadap perekonomian sebanyak 61 persen. "Selain itu, perempuan juga memiliki kontribusi dalam instrumen ritel di Indonesia yang diterbitkan oleh pemerintah yaitu ORI 17 dari Rp18,43 triliun, 55,58 persen investornya adalah perempuan," tutur Sri Mulyani.
 
Pada kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menyampaikan bahwa berbagai program sinergi pengembangan usaha syariah yang dilakukan Bank Indonesia bersama stakeholders ditempuh dengan melibatkan peran perempuan baik pelaku usaha syariah secara umum maupun para santri putri yang berada di lingkungan pesantren.
 
"Berbagai sektor usaha dikembangkan di antaranya fesyen dengan konsep sustainable fashion seperti produk handycraft, berbagai macam tas dengan bahan alami, dan tenun yang produknya sudah go global. Selain fesyen, juga dilakukan pengembangan koperasi di mana motor penggeraknya adalah para perempuan dengan berbagai produk olahan kelapa dengan kualitas ekspor," pungkas Destry.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(DEV)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan